Demokrat Belum Tentukan Sikap Pasca Rekapitulasi Pilpres
Kamis, 24 Juli 2014 - 12:04 WIB
Demokrat Belum Tentukan Sikap Pasca Rekapitulasi Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengutarakan hingga saat ini Partai Demokrat belum menentukan apakah akan berada dalam pemerintahan atau menjadi oposisi.
Ia pun membantah apabila ada yang menyebut Partai Demokrat akan menjadi oposisi di pemerintahan 2014 hingga 2019. "Saya belum dengar ada rapat di majelis tinggi yang menyatakan hal tersebut (menjadi oposisi). Kita tunggu saja keputusan rapat Partai Demokrat," kata Hayono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2014).
Kata Hayono, sampai saat ini partai berlogo bintang segitiga ini belum memutuskan posisinya akan berada di pemerintahan atau tidak. Menurutnya, Partai Demokrat tidak melihat untung atau rugi dalam menentukan sikap mereka di pemerintahan ke depan.
"Ini masalahnya bukan menguntungkan partai manapun tapi efektivitas. Akan dikaji mana yang lebih efektif untuk bangun proses demokrasi yang bermanfaat bagi rakyat."
"Kita memerlukan kestabilan dalam penyelenggaraan pemerintahan jadi kita akan lihat mana yg lebih efektif. Apa di koalisi Jokowi-JK atau di oposisi," pungkasnya.
Ia pun membantah apabila ada yang menyebut Partai Demokrat akan menjadi oposisi di pemerintahan 2014 hingga 2019. "Saya belum dengar ada rapat di majelis tinggi yang menyatakan hal tersebut (menjadi oposisi). Kita tunggu saja keputusan rapat Partai Demokrat," kata Hayono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2014).
Kata Hayono, sampai saat ini partai berlogo bintang segitiga ini belum memutuskan posisinya akan berada di pemerintahan atau tidak. Menurutnya, Partai Demokrat tidak melihat untung atau rugi dalam menentukan sikap mereka di pemerintahan ke depan.
"Ini masalahnya bukan menguntungkan partai manapun tapi efektivitas. Akan dikaji mana yang lebih efektif untuk bangun proses demokrasi yang bermanfaat bagi rakyat."
"Kita memerlukan kestabilan dalam penyelenggaraan pemerintahan jadi kita akan lihat mana yg lebih efektif. Apa di koalisi Jokowi-JK atau di oposisi," pungkasnya.
(kri)