Penolakan Prabowo-Hatta Babak Baru Pilpres Indonesia

Selasa, 22 Juli 2014 - 17:53 WIB
Penolakan Prabowo-Hatta...
Penolakan Prabowo-Hatta Babak Baru Pilpres Indonesia
A A A
JAKARTA - Jaringan Pendidikan dan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai penolakan hasil rekapitulasi penghitungan suara secara nasional oleh kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dianggap babak baru hasil pemilu presiden di Indonesia.

"Sikap pasangan calon nomor 1 untuk menolak hasil rekapitulasi nasional dan rencana akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah babak baru dalam tahapan pemilu," kata peneliti JPPR Masykurudin Hafidz kepada Sindonews, Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Menurut Masykur, setiap peserta pemilu berhak mengajukan keberatan dan gugatan kepada lembaga terkait termasuk MK, jika dianggap tidak memenuhi syarat keadilan. Namun, pihak penggugat dianjurkan untuk menyiapkan data yang valid.

Apalagi, lanjut dia, dugaan kecurangan pemilu yang dikatakan kubu Prabowo-Hatta bersifat struktur, masif dan sistematis perlu menjadi bahan penguat untuk disampaikan kepada MK. Katanya, data yang paling mudah diterima adalah hasil pemungutan dan penghitungan suara yang sahih di lapangan.

"Data-data pelanggaran terutama pelanggaran penghitungan suara secara berjenjang menjadi syarat mutlak untuk menjadi dokumen pendukung gugatan ke Mahkamah Konstitusi," ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki kubu Prabowo-Hatta juga bisa dijadikan modal berharga apakah ada keterlibatan penyelenggara pemilu dengan peserta pemilu. Ia berharap, data tersebut disampaikan secara utuh.

"Bukti-bukti yang diajukan ke MK sebaiknya juga tidak hanya berkaitan dengan kerugian atas hasil rekapitulasi tetapi juga sebagai ajang pembuktian bagaimana penyelenggara pemilu, tim sukses dan partai politik bekerja sama untuk melakukan perubahan suara," tutupnya
(kri)
Berita Terkait
Toshiba Tarik Diri Sepenuhnya...
Toshiba Tarik Diri Sepenuhnya dari Pasar Notebook
Pasukan Gabungan CSTO...
Pasukan Gabungan CSTO Mulai Tarik Diri dari Kazakhstan
Apple Umumkan Tarik...
Apple Umumkan Tarik Diri dari Industri Kacamata Pintar
Bela Penarikan Pasukan,...
Bela Penarikan Pasukan, Blinken: Ancaman Sudah 'Keluar' dari Afghanistan
Tyson Fury Tarik Diri...
Tyson Fury Tarik Diri dari Pertarungan Lawan Oleksandr Usyk!
Taliban Serukan Presiden...
Taliban Serukan Presiden Afghanistan Digulingkan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved