Sigma: MK Penentu Akhir Pemenang Pilpres 2014

Senin, 21 Juli 2014 - 08:58 WIB
Sigma: MK Penentu Akhir...
Sigma: MK Penentu Akhir Pemenang Pilpres 2014
A A A
JAKARTA - Mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sebagai langkah yang tepat bagi capres yang merasa tidak puas terhadap hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2014 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli nanti.

"Kalau ada dugaan kecurangan, pelanggaran, ajukan ke MK. Nanti nanti MK yang menentukan akhirnya," ujar Pengamat Politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) ketika dihubungi Sindonews, Senin (21/7/2014).

Namun, lanjutnya, bagi pasangan capres dan cawapres yang mengugat jangan mengada-ada. Jangan mengajukan dugaan yang sifatnya asumtif, sebaliknya ajukan bukti-bukti yang cukup. "Jangan berdasarkan asumsi belaka," ucapnya.

Menurutnya, masyarakat perlu menyadari dimanapun kompetisi ada yang menang dan kalah. Bagi pendukung yang ditetapkan menang oleh KPU, lanjutnya, tidak perlu euforia yang berlebihan. Cukup yang wajar-wajar saja, karena di MK ada peluang berubah.

"Pendukung capres yang kalah menurut KPU, tidak perlu harus marah-marah apalagi terprovokasi. Masih ada proses melawan KPU di MK," jelasnya.

Sebaliknya, tambah Said, masyarakat tidak perlu sinis terhadap pihak penggugat atau pemohon Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Sebab, hal itu merupakan konstitusional seorang warga negara.

"Mencari keadilan melalui instrumen hukum merupakan jalur yang paling tepat, ketimbang memprovokasi masyarakat yang berujung pada terciptanya konflik horizontal," pungkasnya.

Seperti diketahui, hari pertama rekapitulasi nasional, KPU dan peserta rekapitulasi menutup dengan Provinsi Sumatera Barat. Hasilnya, pasangan Prabowo-Hatta unggul sementara dengan meraih suara sebesar 13.176.384. Sementara lawannya, Joko Widodo-Jusuf Kalla meraup suara sebesar 12.249.515.

Diketahui selisih perolehan suara keduanya mencapai 926.869 suara. Rencananya, KPU pada pukul 10.00 WIB, siang nanti bakal melanjutkan 18 provinsi lainnya.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Endus Potensi Rekayasa Konstitusi RUU Pemilu: Ada Bahaya yang Mengintai
Ponpes Tambakberas Jadi...
Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Mashum Faqih: Panggilan Para Muassis NU
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Infografis
Daftar Lengkap Pemenang...
Daftar Lengkap Pemenang Golden Globes Awards 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved