PDIP Akui Jokowi-JK Kalah di Depok
Jum'at, 18 Juli 2014 - 11:55 WIB
PDIP Akui Jokowi-JK Kalah di Depok
A
A
A
DEPOK - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi pemenang dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Namun kemenangan ini tidak otomatis berdampak pada kemenangan di pemilihan presiden (pilpres).
Wakil Ketua I PAC PDIP Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rachmin Siahaan mengakui pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukungnya kalah dari pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Puas tidak puas itulah hasil kerja kami, mesin partai dan relawan-relawan. Itu merupakan suara rakyat," ujar Rachmin di Depok, Kamis, 17 Juli 2014 malam.
Rachmin menyampaikan, pasangan Jokowi-JK di wilayahnya hanya memperoleh 412.695 suara atau sekitar 43,17 persen. Dia mengakui dalam kekalahan ini, pihaknya juga tidak menemukan kejanggalan terhadap hasil perolehan suara tersebut.
Bahkan, Rachmin juga mengapresiasi kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dianggap sudah baik dalam menjalankan tugasnya. "Ya tentu kami menerima, terlebih hasil penghitungan suara bahkan di setiap TPS-TPS," ucapnya.
Sementara itu pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok, Abdul Ghofar mengakui kemenangan atas Prabowo-Hatta dipengaruhi solidnya mesin politik partai pendukung.
"Alhamdulillah, dari struktur kelurahan, kecamatan hingga kota kami solid. Puas tidak puas harus diterima," tandasnya.
Bahkan, Ghofar juga yakin kemenangan juga akan diraih pasangan capres yang didukungnya pada tingkat rekapitulasi suara nasional KPU. "Masih optimis, dasarnya kami memiliki real count dari daerah sampai pusat," tukasnya.
Wakil Ketua I PAC PDIP Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rachmin Siahaan mengakui pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukungnya kalah dari pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Puas tidak puas itulah hasil kerja kami, mesin partai dan relawan-relawan. Itu merupakan suara rakyat," ujar Rachmin di Depok, Kamis, 17 Juli 2014 malam.
Rachmin menyampaikan, pasangan Jokowi-JK di wilayahnya hanya memperoleh 412.695 suara atau sekitar 43,17 persen. Dia mengakui dalam kekalahan ini, pihaknya juga tidak menemukan kejanggalan terhadap hasil perolehan suara tersebut.
Bahkan, Rachmin juga mengapresiasi kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dianggap sudah baik dalam menjalankan tugasnya. "Ya tentu kami menerima, terlebih hasil penghitungan suara bahkan di setiap TPS-TPS," ucapnya.
Sementara itu pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok, Abdul Ghofar mengakui kemenangan atas Prabowo-Hatta dipengaruhi solidnya mesin politik partai pendukung.
"Alhamdulillah, dari struktur kelurahan, kecamatan hingga kota kami solid. Puas tidak puas harus diterima," tandasnya.
Bahkan, Ghofar juga yakin kemenangan juga akan diraih pasangan capres yang didukungnya pada tingkat rekapitulasi suara nasional KPU. "Masih optimis, dasarnya kami memiliki real count dari daerah sampai pusat," tukasnya.
(kur)