Kubu Prabowo-Hatta Endus Upaya Cendikiawan Delegitimasi KPU

Kamis, 17 Juli 2014 - 10:15 WIB
Kubu Prabowo-Hatta Endus...
Kubu Prabowo-Hatta Endus Upaya Cendikiawan Delegitimasi KPU
A A A
JAKARTA - Delegitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dinilai semakin masif. Ironisnya, delegitimasi lembaga penyelenggara pemilu tersebut dilakukan oleh kalangan cendekiawan.

Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Andre Rosiade mengatakan, di tengah proses rekapitulasi perolehan suara pilpres, terdapat upaya masif dari kalangan cendikiawan yang secara tidak langsung melakukan upaya delegitimasi terhadap KPU.

Hal tersebut, ujar Andre, terlihat dalam rencana pertemuan yang digagas oleh Goenawan Muhammad dan Syafii Maarif dalam pertemuan yang bertajuk Menyatakan Keprihatinan Untuk Persatuan yang rencananya akan dilaksanakan hari ini .

Ada empat poin yang akan dibahas dalam acara tersebut. Pertama, mengingatkan kembali bahwa hasil hitung cepat lembaga yang kredibel menunjukkan kemenangan Jokowi-JK dan rakyat sudah berbicara.

Kedua, meminta agar Prabowo dan pendukungnya menerima hasil Pilpres sebagai bagian dari pendidikan politik untuk masyarakat. Ketiga, meminta seluruh masyarakat untuk mendukung KPU dalam melaksanakan perhitungan suara secara transparan dan jujur.

Keempat, mengajak semua pihak yang selama ini tercerai berai untuk bersama menciptakan rasa aman dan rasa bersatu membangun bangsa. Tidak ada lagi koalisi pendukung capres, tetapi hanya ada koalisi besar masyarakat Indonesia.

Andre menilai, usulan poin pertama adalah sebagai bentuk intimidasi terhadap KPU karena meminta hasil hitung cepat (quick count) sebagai rujukan.

"Pertemuan yang digagas Buya Syafii Maarif dan Goenawan Muhammad pada hari ini, merupakan intimidasi terhadap KPU karena meminta quick count menjadi rujukan bagi KPU," ujar Andre kepada Sindonews, Kamis (17/7/2014).

Ia menambahkan, apa yang akan dilakukan kedua tokoh cendekiawan terkemuka tersebut, yang meminta Prabowo dan pendukungnya menerima hasil Pilpres sebelum KPU mengumumkannya secara resmi sangat rentan memicu konflik horizontal.

"Dengan meminta Prabowo segera mengakui kemenangan Jokowi di saat KPU belum resmi memutuskan, pernyataan ini bisa menghasut rakyat dan memicu konflik antara kedua pendukung," tegasnya.

Andre menyayangkan langkah yang diambil oleh Syafii Maarif dan Goenawan Muhammad. Baginya, langkah Syafii tidak merefleksikan suara Muhammadiyah yang mayoritas mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

"Sementara di daerah asal Buya Syafii, di Sumatra Barat, Prabowo menang telak di atas 70 persen. Lebih terhormat bagi keduanya untuk mengaku sebagai timses Jokowi-JK daripada membawa-bawa cendekiawan untuk melemahkan KPU," tuntasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved