Hasil Quick Count Tiga Lembaga Survei Dinilai Janggal

Rabu, 16 Juli 2014 - 20:49 WIB
Hasil Quick Count Tiga...
Hasil Quick Count Tiga Lembaga Survei Dinilai Janggal
A A A
JAKARTA - Pakar Matematika dan Teknologi Informasi, Tras Rustamaji menilai janggal penghitungan cepat atau quick count yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Lingkaran Survei Indonesia (LSI) serta Indikator.

Menurut dia, perhitungan awal quick count SRMC, Indikator dan LSI pada 9 Juli sejak pukul 11.30 WIB sampai dengan 13.05 WIB terlihat wajar, dengan posisi Prabowo Subianto - Hatta Rajasa 52,94% dan Joko Widodo-Jusuf Kalla 47,06% , dengan data masuk sebanyak 13,78%.

Pada saat itu, kata dia, sebenarnya kurva suara sudah mulai stabil. Ketika itu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul sekira 53%, dan Joko Widodo-Jusuf Kalla 47%. "Tiba-tiba pada pukul 13.19 terjadi grafik refresh, dan hasilnya berbalik 180 derajat atau data hasil sulap," ujarnya saat jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Saat terjadi grafik refresh itu, lanjut dia, Jokowi-JK 52,7% atau naik pesat sebesar 5,64%. Sedangkan Prabowo-Hatta 43,3% atau turun drastis sebesar 5,64%. "Padahal data baru yang masuk hanya bertambah 3,87%. Selanjutnya data masuk dan kurva suara terlihat stabil untuk keunggulan Jokowi-JK," ungkapnya.

Dia berpendapat, sebenarnya secara matematis, hal demikian bisa saja terjadi. "Tetapi secara praktiknya tidak mungkin," katanya.

Untuk menghasilkan perubahan drastis itu, kata dia, dari 156 data TPS yang baru masuk dalam 14 menit itu mengharuskan rata-rata per TPS suara untuk Jokowi.

Dia menilai hal itu sangat tidak mungkin didapatkan jika pemasukan data dilakukan secara acak. "Kejanggalan pada quick count SRMC, LSI dan Indikator ini jelas-jelas telah menyalahi kaidah dalam ilmu statistik yang merupakan cabang dari ilmu matematika, maka saya simpulkan terlah terjadi manipulasi hasil quick count Pilpres 2014 oleh SRMC, LSI dan Indikator," tuturnya.
(dam)
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved