Fadli Zon: Kita Lalui Proses Hukum, Tak dengan Penyerangan

Senin, 14 Juli 2014 - 15:50 WIB
Fadli Zon: Kita Lalui...
Fadli Zon: Kita Lalui Proses Hukum, Tak dengan Penyerangan
A A A
JAKARTA - Kubu Prabowo-Hatta melaporkan Akbar Faizal, ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.Tak hanya Akbar, Burhanudin Muhtadi dan Denny JA pun ikut dilaporkan.

Seperti diketahui, dalam kesempatan di Tugu Proklamasi tersebut, Tim Akbar Faizal menyebut Jokowi sebagai Presiden RI di depan massa, tanpa ada keterangan dan klarifikasi Presiden RI versi quick count atau Presiden RI terpilih.

Tim Prabowo-Hatta, Fadli Zon menyatakan, tidak boleh ada pihak yang menyatakan seseorang Presiden Indonesia, saat masih jabatan resmi dipegang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Apalagi itu depan capresnya sendiri dan itu Tugu Proklamasi. Dia menyebutkan Presiden itu sebanyak lima kali. Ini adalah cara beradab melakukan pencarian keadilan melalui proses hukum," ujar Fadli di Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatatan, Senin (14/7/2014).

"Kita lihat proses hukum, kalau ada orang mengaku dia seorang presiden sementara Presiden Indonesia masih SBY itu namanya makar. Kalaupun ada presiden terpilih versi quick count itu tidak apa-apa," paparnya.

Fadli membantah, laporan ini dianggap sebagai upaya kubu Prabowo-Hatta kehabisan amunisi melawan Jokowi-JK.

"Laporan ini bukan dalam arti kehabisan amunisi ini upaya hukum. Karena kita tidak melakukan penyerangan. Kalau mereka kan melakukan penyerangan seperti penyerbuan kantor TV One kalau kita tidak," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku, sudah membawa bukti terkait potensi makar yang dilakukan Akbar Faisal. "Kita bawa bukti rekaman dan CD," tuntas dia.

Perlu diketahui, Fadli juga melaporkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dan pendiri Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, terkait hasil hitung cepat (quick count) yang mengunggulkan pasangan Jokowi-JK.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved