Wali Kota Bogor Kembali Laporkan Harta Kekayaan ke KPK

Senin, 14 Juli 2014 - 15:46 WIB
Wali Kota Bogor Kembali...
Wali Kota Bogor Kembali Laporkan Harta Kekayaan ke KPK
A A A
JAKARTA - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan harta kekayaannya dan beberapa dokumen yang wajib dilaporkan.

"Sebagai wali kota berdasarkan undang-undang, saya diwajibkan untuk menyampaikan itu. Terakhir menyampaikan itu ketika pilkada, jadi harus revisi ketika awal menjabat," ujar Bima di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu datang dengan menggenakan baju safari berwarna putih. Ia mengaku, hartanya justru mengalami penurunan saat menjabat menjadi wali kota.

"Terakhir ketika saya lapor ke KPK itu mungkin sekitar Rp5 miliar kalau tidak salah, ketika pilkada. Sekarang kalau tidak salah berkurang sampai sekitar di angka Rp3 miliar," jelas pria yang dilantik pada tanggal 7 April 2014 lalu.

Menurutnya, ada beberapa alasan hartanya bisa berkurang. Salah satunya adalah karena terpakai untuk kampanye. "Kedua, gaji wali kota ternyata pas-pasan, saya kaget juga ketika menerima slip gaji Rp6,1 juta. Jadi kalau ingin lurus, hidupnya berkecukupan saja," ucapnya.

Selain melaporkan harta kekayaan, Bima mengaku datang ke KPK untuk berkoordinasi dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerahnya. Dia juga ingin KPK turut mengawasi pemerintahan Kota Bogor yang sekarang dipimpinnya.

"Ya artinya saya tidak mau memasuki jebakan-jebakan korupsi, karena itu saya ingin membangun pagar yang kuat agar terhindar dari korupsi. Kita tidak mau masuk ke KPK karena itu kita berkoordinasi sejak awal," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Usai Diperiksa KPK 10...
Usai Diperiksa KPK 10 Jam, Kepala BPN Jaktim Sudarman Harjasaputra Pegang Erat Tangan Sang Istri
Klarifikasi LHKPN, Kepala...
Klarifikasi LHKPN, Kepala BPN Jaktim Sudarman Harhasaputra Bareng Istri Datangi KPK
Klarifikasi LHKPN, Wagub...
Klarifikasi LHKPN, Wagub Lampung Tiba di KPK
Mengapa LHKPN Dipersoalkan?
Mengapa LHKPN Dipersoalkan?
Punya Utang Rp9 Miliar,...
Punya Utang Rp9 Miliar, LHKPN Eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta Masuk Kategori Outliers
Banyak Pejabat Negara...
Banyak Pejabat Negara Sembunyikan Harta, LHKPN Tak Akurat
Berita Terkini
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Infografis
Harta Kekayaan Ivan...
Harta Kekayaan Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK yang Blokir Rekening Nganggur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved