Pengamat: Kedatangan Bill Clinton Patut Diwaspadai

Minggu, 13 Juli 2014 - 06:03 WIB
Pengamat: Kedatangan...
Pengamat: Kedatangan Bill Clinton Patut Diwaspadai
A A A
JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dijadwalkan berkunjung ke Indonesia. Namun, kehadirannya justru memunculkan kehawatiran akan munculnya campur tangan dalam urusan pemilu presiden (pilpres) di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pakar Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Prof Asep Warlan Yusuf mengatakan, wajar jika ada yang mencurigai ada kepentingan di balik kedatangan Bill Clinton ke Tanah Air. Apalagi, jika Bill Clinton datang sebelum tanggal 22 Juli ketika hasil pilpres belum diumumkan.

"Memang sekecil apapun peluangnya akan dimanfaatkan oleh asing, apalagi mereka memiliki kekuatan teknologi, uang, dan pengaruh, intelijen yang hebat. Bisa jadi akan ada sesuatu yang bisa merubah hasil, meski kita tidak pernah tahu bagaimana caranya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Minggu (13/7/2014).

Karena itu, lanjutnya, penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus betul-betul disterilkan dengan cara apapun dari upaya intervensi pihak manapun.

"Boleh jadi ada intelijen dimana-dimana, termasuk karyawan KPU sekalipun. Perlu ada kewaspadaan yang kuat dari KPU terhadap permainan intelijen asing untuk mempengaruhi hasil pilpres," tegasnya.

Akan tetapi, Warlan berpandangan, kedatangan Bill Clinton jangan disikapi secara berlebihan oleh masyarakat. Menurutnya, cukup dengan sikap waspada dari berbagai elemen penyelenggara pemilu.

"Intinya adalah kita tak boleh suudzon, berburuk sangka, prejudice, apriori. Tapi perlu waspada namanya negara asing adidaya yang mempunyai berbagai macam yang tadi saya sebutkan. Penting mewaspadai semua hal itu," pungkasnya.

Seperti diketahui, Bill Clinton dijadwalkan akan bertandang ke Indonesia sebelum 22 Juli 2014. Disebutkan, kedatangannya tersebut terkait kampanye kesehatan dan lingkungan hidup.

Tokoh politikus Partai Demokrat itu, akan mengunjungai negara seperti India, Indonesia, Papua Nugini, Selandia Baru, Australia dan Vietnam. Diperkirakan kunjungan itu terkait dalam program Clinton Global Initiative.

Sementara tidak diketahui program yang akan dilakukan Clinton selama di Indonesia. Meski tidak diketahui tanggal kunjungan Clinton, jadwalnya di Asia diketahui dimulai pada 16 hingga 23 Juli 2014.

"Menurut info begitu (kedatangan Bill Clinton). Tapi kami juga belum mendapatkan detailnya," ujar pihak Kedutaan Besar AS, kepada Okezone, Senin 7 Juli 2014.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Diisukan Selingkuhan...
Sempat Diisukan Selingkuhan Bill Clinton, Monica Lewinsky Jadi Model di Usia 50 Tahun
Dokter Nyatakan Bill...
Dokter Nyatakan Bill Clinton Telah Sembuh dari Infeksi
Ini Dia Presiden Amerika...
Ini Dia Presiden Amerika Serikat Paling Narsis Berdasarkan Penelitian
Bill Clinton Terseret...
Bill Clinton Terseret Kasus Skandal Budak Seks Epstein
Bill Clinton Alami Gangguan...
Bill Clinton Alami Gangguan Ingatan, Menunjukkan Gejala Parkinson
Terungkap! AS dan Inggris...
Terungkap! AS dan Inggris Pernah Minta Hongaria Serang Serbia
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved