Sesumbar, Tantowi Sindir Burhanudin Muhtadi

Sabtu, 12 Juli 2014 - 12:23 WIB
Sesumbar, Tantowi Sindir...
Sesumbar, Tantowi Sindir Burhanudin Muhtadi
A A A
JAKARTA - Tantowi Yahya selaku juru bicara pasangan calon presiden (capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sangat menyayangkan pernyataan Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi.

Menurutnya, pernyataan Burhanudin yang menyalahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika hasil rekapitulasi nasionalnya nanti berbeda dengan lembaga survei bersifat provokasi. Hal menimbulkan kebingungan masyarakat.

"Apalagi kalau sesumbar KPU tidak boleh berbeda dengan kami (lembaga survei). Sudah keblinger, kebenaran absolut hanya milik punya Allah SWT," kata Tantowi dalam acara diskusi Polemik Sindo Radio Trijaya, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (13/7/2014).

Politikus Partai Golkar ini menilai, pernyataan Burhanudin itu sudah mendahului dan mengungkung KPU selaku lembaga penyelenggara pemilu yang memiliki otoritas untuk mengumumkan hasil rekapitulasi suara nasional Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

"Bagaimana kalau KPU terintimidasi? Apakah kantor akan dirusak? Padahal kita sudah keluarkan dari APBN, saya sangat sayangkan," cetusnya.

Sebelumnya di media Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi merasa hasil quick count yang dilakukan lembaganya sudah benar. Bahkan dengan lantang, Burhanudin menuding KPU salah jika hasil real count nya berbeda dengan hasil quick count miliknya.

Dalam quick count yang dilakukan Burhanudin memenangkan pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan perolehan 52.95 persen. Sementara pasangan capres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya memperoleh 47,05 persen.

"Kalau hasil hitungan resmi KPU nanti terjadi perbedaan dengan lembaga survei yang ada di sini, saya percaya KPU yang salah dan hasil hitung cepat kami tidak salah," kata Burhan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 10 Juli 2014.

Dalam konferensi persnya itu juga hadir perwakilan survei yang memenangkan pasangan Jokowi-JK. Lembaga itu adalah Populi Center, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Litbang Kompas, Radio Republik Indonesia (RRI), Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dan Cyrus yang bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS).
(kur)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved