Gerindra Nilai Ada Pihak yang Merasa Lebih Kredibel
Kamis, 10 Juli 2014 - 14:55 WIB
Gerindra Nilai Ada Pihak yang Merasa Lebih Kredibel
A
A
A
JAKARTA - Rakyat Indonesia telah usai menentukan pilihan pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Sejumlah lembaga survei pun telah mengumumkan hasil quick count (hitung cepat).
Tercatat ada empat lembaga survei menyebutkan kemenangan untuk pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan delapan lembaga survei lainnya memenangkan pasangan nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Menyikapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, titik persoalan terkait perolehan suara bukan pada jumlah lembaga survei yang lebih banyak menyebutkan pasangan Jokowi-JK lebih unggul. Menurutnya, persoalannya terletak pada kredibilitas lembaga survei.
"Kalau banyak-banyakan lembaga survei, mereka delapan, kita empat, itu bisa kita tambah. Persoalannya adalah kredibilitas, dan kredibilitas tersebut akan ditentukan pastinya, nanti pada tanggal 22 Juli," ujar Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/7/2014).
Menurutnya, adalah suatu perbuatan yang tidak etis, dimana saat quick count di wilayah Indonesia bagian barat belum tuntas ada pihak yang mengklaim dirinya menang. "Ada pihak yang merasa lebih kredibel, itu problemnya," ujar Muzani.
"Tindakan seperti itu, menurut hemat kami, justru menimbulkan situasi dimana ada skenario bahwa ada salah satu pihak ingin mengklaim menang. Namun jika kemudian kalah, ada alasan telah terjadi kecurangan," pungkasnya.
Tercatat ada empat lembaga survei menyebutkan kemenangan untuk pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan delapan lembaga survei lainnya memenangkan pasangan nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Menyikapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, titik persoalan terkait perolehan suara bukan pada jumlah lembaga survei yang lebih banyak menyebutkan pasangan Jokowi-JK lebih unggul. Menurutnya, persoalannya terletak pada kredibilitas lembaga survei.
"Kalau banyak-banyakan lembaga survei, mereka delapan, kita empat, itu bisa kita tambah. Persoalannya adalah kredibilitas, dan kredibilitas tersebut akan ditentukan pastinya, nanti pada tanggal 22 Juli," ujar Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/7/2014).
Menurutnya, adalah suatu perbuatan yang tidak etis, dimana saat quick count di wilayah Indonesia bagian barat belum tuntas ada pihak yang mengklaim dirinya menang. "Ada pihak yang merasa lebih kredibel, itu problemnya," ujar Muzani.
"Tindakan seperti itu, menurut hemat kami, justru menimbulkan situasi dimana ada skenario bahwa ada salah satu pihak ingin mengklaim menang. Namun jika kemudian kalah, ada alasan telah terjadi kecurangan," pungkasnya.
(kri)