Ini Hasil Pemantauan JPPR pada Pilpres 9 Juli

Kamis, 10 Juli 2014 - 12:36 WIB
Ini Hasil Pemantauan...
Ini Hasil Pemantauan JPPR pada Pilpres 9 Juli
A A A
JAKARTA - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) telah melakukan pemantauan intensif pemilu presiden dan wakil presiden di 10 provinsi, 303 kecamatan, serta 25 kabupaten/kota.

Dari data hasil pemantauan di 415 tempat pemungutan suara (TPS), Sekretaris Jenderal JPPR Mohammad Adifuddin menuturkan secara umum proses pemungutan suara berjalan lancar dan baik.

JPPR melakukan pemantauan tiga tahapan dalam pemungutan suara, yakni pembukaan, proses dan penghitungan. "Pada proses Pembukaan di 415 TPS, sebanyak 348 TPS (84%) proses pembukaan TPS berjalan dengan baik, sementara sebanyak 67 TPS (16%) terjadi permasalahan saat dimulainya pemungutan suara," ungkap Afif dalam siaran persnya kepada Sindonews, Kamis (10/7/2014).

Afif menjelaskan, permasalahan yang terjadi antara lain, lokasi TPS tidak netral, petugas TPS tidak mengucapkan janji atau sumpah, surat suara tidak diperiksa sebelum pemungutan, kotak suara tidak diperlihatkan dalam keadaan kosong.

Pada proses pemungutan suara di TPS berjalan kondusif tanpa gangguan dari intimidasi baik secara verbal maupun tindakan yaitu sebanyak 374 (90%), sementara sebanyak 41 (10%) terjadi intimidasi di TPS.

"Terdapat ucapan atau tindakan intimidasi yang diucapkan oleh petugas TPS dan juga terdapat ucapan atau tindakan intimidasi yang diucapkan oleh seseorang di TPS kepada pemilih," ujar Afif.

Fokus JPPR dalam manjamin informasi pemilih diukur dengan adanya daftar pemilih tetap (DPT) dan poster visi, misi dan program pasangan calon di papan pengumuman.

"Sebanyak 358 (86%) memasang DPT dan poster visi, misi dan program pasangan calon sementara 57 (14%) TPS tidak memasangnya di papan pengumuman," tuturnya.

Keterbukaan petugas TPS pada saat melakukan penghitungan suara menunjukkan sebanyak 370 TPS (85%) penghitungan suara dilakukan ditempat terbuka dan proses penghitungan oleh kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) dapat disaksikan oleh saksi, pemantau dan masyarakat umum.

Sementara hanya sebanyak 45 TPS (15%) proses penghitungan suara mengalami hambatan. "Yang terakhir, dalam menjamin hasil pemungutan suara dimana petugas TPS memisahkan surat suara yang sah, tidak sah dan suara sisa secara baik dan memasukkannya ke dalam kotak suara, sebanyak 395 (95%) petugas TPS memasukkan seluruh surat suara ke kotak suara dan menguncinya serta hanya 20 TPS (5%) surat suara berpotensi tidak aman," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved