Jokowi-JK Unggul di TPS Tahanan Korupsi Mencoblos
Rabu, 09 Juli 2014 - 17:08 WIB
Jokowi-JK Unggul di TPS Tahanan Korupsi Mencoblos
A
A
A
JAKARTA - Pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 18 Kelurahan Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Total surat suara 575, no 1 dapat 155 no urut 2 dapat suara 183," kata salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari TPS 18, Sutrisno di Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014).
Di TPS 18 ini, angkat golput cukup tinggi yakni 234. Sementara suara tidak sah hanya tiga surat suara. Di TPS ini ada 18 tahanan KPK menyalurkan hak pilihnya, pencoblosan dilakukan di rutan KPK. Selain tahanan KPK, pemilih mencoblos di tempat terpisah.
Seperti diketahui, ada 18 tahanan KPK yang mencoblos, enam di antaranya ditahan di Rutan Guntur yakni Mantan Preisden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, Mantan Deputi BI Budi Mulya, Mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamit, Heru Sulaksono, Bupati Biak Yesaya Sombuk, dan mantan kepala Badan pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Syahrul R Sampurnajaya.
Kemudian dilanjutkan oleh para tahanan dari Rutan KPK yakni mantan anggota DPR Choirun Nisa, Susi Tur Andayani advokad, dan Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri Arta Meris Simbolon.
Mantan Ketua MK Akil Mochtar, Bupati Bogor Rahmat Yasin, Ahmad Fatanah, Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo, mantan Menpora Andi Alifian Mallarangeng.
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum Direktur PT Papua Indah Perkara Teddy Renyut, Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Santoso, dan Pemilik PT Bali Pasifik Pragama Tubagus Chairi Wardana alias Wawan.
"Total surat suara 575, no 1 dapat 155 no urut 2 dapat suara 183," kata salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari TPS 18, Sutrisno di Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014).
Di TPS 18 ini, angkat golput cukup tinggi yakni 234. Sementara suara tidak sah hanya tiga surat suara. Di TPS ini ada 18 tahanan KPK menyalurkan hak pilihnya, pencoblosan dilakukan di rutan KPK. Selain tahanan KPK, pemilih mencoblos di tempat terpisah.
Seperti diketahui, ada 18 tahanan KPK yang mencoblos, enam di antaranya ditahan di Rutan Guntur yakni Mantan Preisden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, Mantan Deputi BI Budi Mulya, Mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamit, Heru Sulaksono, Bupati Biak Yesaya Sombuk, dan mantan kepala Badan pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Syahrul R Sampurnajaya.
Kemudian dilanjutkan oleh para tahanan dari Rutan KPK yakni mantan anggota DPR Choirun Nisa, Susi Tur Andayani advokad, dan Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri Arta Meris Simbolon.
Mantan Ketua MK Akil Mochtar, Bupati Bogor Rahmat Yasin, Ahmad Fatanah, Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo, mantan Menpora Andi Alifian Mallarangeng.
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum Direktur PT Papua Indah Perkara Teddy Renyut, Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Santoso, dan Pemilik PT Bali Pasifik Pragama Tubagus Chairi Wardana alias Wawan.
(hyk)