Banjir Tak Surutkan Semangat Warga Mencoblos
Rabu, 09 Juli 2014 - 14:58 WIB
Banjir Tak Surutkan Semangat Warga Mencoblos
A
A
A
SENGKANG - Puluhan ribu warga Kabupaten Wajo, terpaksa menyalurkan hak pilihnya di tengah banjir yang saat ini masih melanda lima kecamatan di daerah ini.
Seperti di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, sejumlah warga terpaksa naik perahu untuk ke TPS yang sudah disediakan. TPS tersebut berlokasi di sekolah panggung di daerah itu. "Kami mencoblos di sekolah panggung di Laelo, untuk ke sana dari rumah, kami naik perahu bersama keluarga," kata warga Laelo, Bahar kepada KORAN SINDO, Rabu (9/7/2014).
Dia mengatakan, kendati banjir warga di daerah tersebut antusias dalam menyalurkan hak pilihnya. Warga berbondong-bondong naik perahu ke TPS. "Tadi pagi sempat gerimis, tapi itu tidak menyurutkan langkah warga untuk mencoblos," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah mengatakan, berdasarkan data di BPBD ada 23 desa dan kelurahan yang terendam banjir di lima kecamatan di Wajo. "Jumlah penduduk yang diperkirakan mempunyai hak pilih di 23 daerah kelurahan/desa tersebut berkisar 21.000 orang," katanya.
Dia mengatakan, khusus di Kecamatan Tempe, korban banjir menyalurkan hak pilihnya di sekolah panggung maupun posyandu yang lebih tinggi tempatnya. "Memang mereka mencoblos di lokasi banjir," katanya.
Ketua KPUD Wajo Andi Nurwana mengatakan, jumlah keseluruhan pemilih yang tercatat sebagai korban banjir hingga saat ini belum bisa dipastikan, karena data semua belum masuk. "Khusus di Kecamatan Belawa ada empat desa yang warganya mencoblos di lokasi banjir," katanya.
Dari empat desa tersebut, di Desa Wele', satu TPS terpaksa di pindahkan ke sekolah terapung, mengingat banjir yang cukup tinggi. "Memang sebelumnya sudah kami antisipasi, lokasi TPS yang dipindahkan tersebut, masih di wilayah itu juga, jadi kami rasa tidak ada masalah. Sementara desa lainnya, masih di TPS masing-masing," katanya.
Seperti diberitakan KORAN SINDO sebelumnya, banjir di Wajo terjadi sejak Mei lalu. Hingga kemarin, masih ada lima kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Pammana, Sabbangparu, dan Belawa.
Seperti di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, sejumlah warga terpaksa naik perahu untuk ke TPS yang sudah disediakan. TPS tersebut berlokasi di sekolah panggung di daerah itu. "Kami mencoblos di sekolah panggung di Laelo, untuk ke sana dari rumah, kami naik perahu bersama keluarga," kata warga Laelo, Bahar kepada KORAN SINDO, Rabu (9/7/2014).
Dia mengatakan, kendati banjir warga di daerah tersebut antusias dalam menyalurkan hak pilihnya. Warga berbondong-bondong naik perahu ke TPS. "Tadi pagi sempat gerimis, tapi itu tidak menyurutkan langkah warga untuk mencoblos," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah mengatakan, berdasarkan data di BPBD ada 23 desa dan kelurahan yang terendam banjir di lima kecamatan di Wajo. "Jumlah penduduk yang diperkirakan mempunyai hak pilih di 23 daerah kelurahan/desa tersebut berkisar 21.000 orang," katanya.
Dia mengatakan, khusus di Kecamatan Tempe, korban banjir menyalurkan hak pilihnya di sekolah panggung maupun posyandu yang lebih tinggi tempatnya. "Memang mereka mencoblos di lokasi banjir," katanya.
Ketua KPUD Wajo Andi Nurwana mengatakan, jumlah keseluruhan pemilih yang tercatat sebagai korban banjir hingga saat ini belum bisa dipastikan, karena data semua belum masuk. "Khusus di Kecamatan Belawa ada empat desa yang warganya mencoblos di lokasi banjir," katanya.
Dari empat desa tersebut, di Desa Wele', satu TPS terpaksa di pindahkan ke sekolah terapung, mengingat banjir yang cukup tinggi. "Memang sebelumnya sudah kami antisipasi, lokasi TPS yang dipindahkan tersebut, masih di wilayah itu juga, jadi kami rasa tidak ada masalah. Sementara desa lainnya, masih di TPS masing-masing," katanya.
Seperti diberitakan KORAN SINDO sebelumnya, banjir di Wajo terjadi sejak Mei lalu. Hingga kemarin, masih ada lima kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Pammana, Sabbangparu, dan Belawa.
(zik)