Orang Mati Terdaftar DPT

Selasa, 08 Juli 2014 - 17:05 WIB
Orang Mati Terdaftar...
Orang Mati Terdaftar DPT
A A A
KENDAL - Pemilihan Presdien (Pilpres) 2014 serempak dilakukan, Rabu 9 Juli 2014, di seluruh wilayah Indonesia. Namun, di Kabupaten Kendal masih ditemukan kesalahan data Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sedikitnya ada sekitar delapan orang yang sudah meninggal tercatat di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari.

Kepala Desa Bulak Zainal Alimi mengatakan, temuan tersebut diketahui dari laporan dari warga. Pihaknya kemudian melakukan pencocokan terhadap data yang ada, dan hasilnya benar.

“Awalnya ada laporan dari warga. Setelah dicocokkan memang ada delapan orang yang sudah meninggal masih terdaftar sebagai pemilih,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa (8/7/2014).

Zainal mengaku, delapan orang yang sudah meninggal tersebut sebenarnya sudah tidak tercantum sebagai pemilih saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu.

“Yang menjadi aneh, pada pileg data pemilih sudah sesuai, tapi saat pilpres malah ada kesalahan. Padahal sudah dilakukan pemutakhiran data,” lanjutnya.

Pihaknya juga mengaku sudah memberikan arahan agar data DPT Pilpres disesuaikan atau mengacu dengan DPT dalam pileg. Sebab data kependudukan di desanya tidak ada perubahan.

“Munculnya bisa ada delapan yang sudah meninggal saya tidak tahu. Tapi yang jelas tidak ada niat atau upaya penggelembungan suara pada kami,” paparnya.

Selain DPT yang jumlahnya mengalami kelebihan, juga banyak ditemukan kekacauan dalam pemisahan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Yakni dalam satu Kepala Keluarga (KK) tidak berada di TPS yang sama alias terpisah.

“Jadi satu KK, ada yang anak dan istri di TPS satu, sedangkan suami berada di TPS dua. Sehingga warga bingung dan bertanya, apakah pendataan tersebut benar atau tidak, karena terpisah-pisah itu,” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal Wahidin Said mengatakan, kesalahan penambahan suara adalah murni dilakukan petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Pada saat melakukan pemutakhiran DPT, tidak dicocokkan dengan data DPT pada pileg. Selain itu, karena adanya penggabungan DPT dalam satu TPS. Namun pihaknya sudah memerintahkan petugas PPS untuk mencoret nama-nama pemilih yang telah meninggal.

“Jadi nanti saat pemilihan tidak jadi masalah dengan penggelembungan suara,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Heboh! 1.801 Nama Warga...
Heboh! 1.801 Nama Warga Meninggal Dunia Masuk Daftar Pemilih Tetap di Jombang
DPT Enrekang Bertambah...
DPT Enrekang Bertambah 1.175 dari Hasil Pemutakhiran Data
DPT Pilkada Sleman 2020...
DPT Pilkada Sleman 2020 Menyusut 1.914 Pemilih
5 Tuhan Terdaftar Jadi...
5 'Tuhan' Terdaftar Jadi DPT, Memilih Ikut Pemilu 2024 di Jember
11 KPU Tetapkan DPT...
11 KPU Tetapkan DPT Pilkada Serentak Tahun 2020, Ini Rinciannya
Hasil Pemutakhiran Data,...
Hasil Pemutakhiran Data, Pemilih Meninggal Capai 1.522 Orang
Berita Terkini
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved