Kemanakah Dukungan Warga NU dan Fans Gus Dur?

Minggu, 06 Juli 2014 - 14:42 WIB
Kemanakah Dukungan Warga...
Kemanakah Dukungan Warga NU dan Fans Gus Dur?
A A A
JAKARTA - Hasil penelitian Lembaga Klimatologi Politik (LKP) menunjukkan warga Nahdlatul Ulama atau biasa disebut Nadhliyin cenderung memilih Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.

Begitu juga dengan warga Nahdliyin yang mengidolakan Abdurahman Wahid (Gusdur) atau biasa disebut Gusdurian juga dinilai cenderung memilih Prabowo-Hatta.

"Kristalisasi dukungan terhadap Prabowo-Hatta juga terjadi di kalangan orang-orang yang mengagumi mantan presiden Abdurahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gusdurian," kata CEO LKP Usman Rachman di Hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta, Minggu (6/7/2014).

Menurut survei LKP, sebanyak 48,8% warga Nahdliyin akan memilih pasangan Prabowo-Hatta pada pemungutan suara 9 Juli mendatang. Sedangkan, sebanyak 35% warga Nahdliyin memilih pasangan Jokowi-JK. "Sisanya sebanyak 16,1% belum dapat memutuskan akan memilih pasangan yang mana," ujar Usman.

Salah satu penelitian survei LKP adalah dengan menanyakan lima mantan presiden Indonesia yang paling dirindukan. Dari kelima mantan presiden, Gus Dur dianggap lebih dirindukan masyarakat Indonesia.

Survei LKP menemukan, warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia yang mengagumi ketokohan Gusdur lebih menitikberatkan pilihannya kepada pasangan Prabowo dan Hatta.

Survei LKP menyatakan, mayoritas atau 58,7% dari pengagum Gusdur atau diistilahkan Gusdurian tersebut mengaku akan memilih Prabowo-Hatta. Survei LKP dilaksanakan pada tanggal 19 sampai dengan 30 Juni 2014, di 33 Provinsi di seluruh Indonesia. LKP menyebutkan, populasi dari survei ini adalah warga negara Indonesia yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres dengan sampel sebesar 1.240 responden diperoleh melalui teknik pencuplikan secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95% dan margin of error sebesar 2,8%.
(dam)
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved