KIP Minta Kedua Capres Terbuka Kepatuhan Bayar Pajak

Jum'at, 04 Juli 2014 - 19:36 WIB
KIP Minta Kedua Capres...
KIP Minta Kedua Capres Terbuka Kepatuhan Bayar Pajak
A A A
JAKARTA - Komisi Informasi Publik (KIP) meminta kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla memanfaatkan waktu sisa kampanye untuk menyampaikan informasi yang bukan saja soal rencana program dan visi-misi.

Menurut Wakil Ketua KIP John Fresly, penilaian dari masyarakat bukan saja berasal dari visi-misi yang disampaikan masing-masing calon. Tetapi, faktor lain yang menyangkut kepatuhan membayar pajak, serta asal harta kekayaan juga menjadi harapan publik diinformasikan secara terbuka.

"Untuk secara sukarela menyampaikan informasi-informasi yang menjadi perhatian publik akhir-akhir ini seperti informasi mengenai data pajak sebagai indikator bagi publik menilai kepatuhan membayar pajak dari calon pemimpinnya," ujar John, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Selain itu, katanya, publik juga masih mengharapkan hasil tes kesehatan masing-masing calon, termasuk soal audit dan pemeriksaan harta kekayaan capres dan cawapres oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

John berpendapat, harapan publik agar setiap capres dan cawapres membuka soal kepatuhan membayar pajak, serta asal harta kekayaan, dinilainya banyak diminta publik untuk diinformasikan. Bahkan, permintaan tersebut masuk trending topic.

"Agar pertanyaan-pertanyaan itu tidak menggelinding menjadi isu dan informasi yang mengarah kepada prasangka dan fitnah," tungkasnya.

KIP menyatakan, informasi keterbukaan mengenai permintaan publik tersebut masuk kategori dikecualikan menurut Pasal 17 UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Namun menurut Pasal 18 UU tersebut, pengecualian itu menjadi tidak berlaku atau bisa dikesampingkan apabila capres dan cawapres dengan sendirinya atau secara sukarela membuka informasi-informasi tersebut kepada publik.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved