Sekjen PDIP Diduga Langgar UU Pers dan Pilpres

Jum'at, 04 Juli 2014 - 14:45 WIB
Sekjen PDIP Diduga Langgar...
Sekjen PDIP Diduga Langgar UU Pers dan Pilpres
A A A
JAKARTA - Forum Advokat Peduli Kebebasan Pers resmi melaporkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Tjahjo diduga melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers, dan UU No. 42 tahun 2008 tentang pemilihan presiden (pilpres). Ada tiga alasan kenapa Tjahjo diduga secara aktif merencanakan pengepungan kantor TV One di Yogyakarta dan Pulogadung Jakarta Timur.

Koordinator Forum Advokasi Peduli Kebebasan Pers Dwi Santoso menyampaikan, pertama, sebagai pimpinan partai mestinya Tjahjo mengetahui mekanisme cara menyampaikan pendapat terkait pemberitaan media yang dinilai tidak seimbang.

"Menjadi sangat janggal ketika Tjahjo menyampaikan seruan siaga satu kepada pendukung Jokowi-JK secara massal," ujar Dwi di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Alasan kedua, lanjut Dwi, aksi pengepungan dan penyegelan kantor TV One di Yogyakarta terjadi cukup lama. Menurutnya, sebagai pimpinan partai seharusnya Tjahjo bisa menghentikan aksi pengepungan tersebut. Namun, hal itu justru merambat ke kantor TV One Jakarta.

Alasan ketiga, kata Dwi aedalah Tjahjo dan pimpinan tim kampanye pasangan Capres Jokowi-JK diduga sama sekali tidak menunjukkan rasa penyelasan terhadap aksi pengepungan tersebut. "Bahkan secara terbuka mereka membela pelaku aksi brutal tersebut," jelasnya.

Dwi menegaskan, tiga alasan tersebut, patut diduga pesan pesan singkat (SMS) yang disebar Tjahjo Kumolo kepada kader dan simpatisan PDIP dinilai sebagai bentuk tindakan secara aktif merencanakan, penyegelan dan pencoretan kantor TV One di Yogyakarta dan pengepungan kantor TV One di Pulogadung, Jakarta Timur.
(kur)
Berita Terkait
Peringati Pembunuhan...
Peringati Pembunuhan Soleimani, Massa Serbu Bandara Baghdad
Massa Ratusan Orang...
Massa Ratusan Orang Serbu Masjid, Serang Jamaah Salat
Demo Rusuh Guncang Georgia,...
Demo Rusuh Guncang Georgia, Massa Serbu Istana Presiden
Massa Pendukung Trump...
Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Situasi Chaos
Tentara Tembaki Demonstran,...
Tentara Tembaki Demonstran, Massa Serbu Rumah Dubes Nigeria
Drakor Serbu Tayangan...
Drakor Serbu Tayangan TV, Hospital Playlist Raih Rating Tertinggi
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved