Elite PKB dan PDIP Diminta Jangan Main Intimidasi

Kamis, 03 Juli 2014 - 19:18 WIB
Elite PKB dan PDIP Diminta...
Elite PKB dan PDIP Diminta Jangan Main Intimidasi
A A A
JAKARTA - Sikap main ancam yang marak belakangan ini dianggap berbahaya bagi iklim demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Maka itu, disarankan sikap intimidasi seperti ini harus dilawan.

Pakar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf mengatakan, tindakan main ancam atau intimidasi sudah melanggar hukum pidana. Atas dasar itulah, aparat penegak hukum diminta segera bertindak.

"Pernyataan Marwan yang akan mengepung PKS terlalu berlebihan dan sangat intimidatif. Begitu juga dengan pernyataan Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo yang memerintahkan pengepungan TV One,” ujar Asep dalam keterangan persnya yang diterima Sindonews, Kamis (3/7/2014).

Asep menyayangkan sikap kedua elite partai telah memprovokasi masyarakat untuk kepentingan kelompok mereka. Padahal, kata Asep, elite partai seharusnya melaukan upaya hukum jika memang ada hal-hal yang tidak menyenangkan bagi kepentingannya masing-masing.

”Coba saja, hanya celotehan yang semua orang tahu maksudnya, masa mau mengepung kantor partai. Ini kan tidak benar dan terlalu mengada-ada. Ini memang masa pemilu dan sensistif, tapi juga tidak harus berlebih-lebihan. Masak gara-gara berkicau di Twitter, terus kantornya dikepung? Balas balik dong dengan twitter. Ini twitter dibalas pengepungan,” cetusnya.

Agar tidak menjadi polemik berkepanjangan, Asep menyarankan pihak kepolisian segera memanggil kedua elite partai bersangkutan untuk menjelaskan apa maksud perintah pengepungan tersebut.

“Tjahjo seharusnya tahu ada hak jawab jika memang tidak berkenan dengan pemberitaan dan tidak perlu menyerukan pengepungan, apalagi seruan itu dilakukan secara terang-terangan. Orde baru saja tidak pernah melakukan ini, lah kok ini sekjen partai yang katanya baru mau berkuasa kok sudah semena-mena kayak begini?” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mendesak Fahri Hamzah untuk meminta maaf atas kicauan di Twitternya. Marwan mengancam akan mengerahkan para santri untuk mengepung DPP PKS jika Fahri tidak mau minta maaf.

Sementara itu, Rabu, 2 Juli 2014 malam sekelompok massa PDIP mendatangi dan menyegel kantor TV One di Yogyakarta. Selain menyegel mereka juga mencoret-coret kantor tersebut.

Selain itu pada Rabu dini hari kantor TV One yang berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Timur juga didatangi kelompok massa dari organisasi sayap PDIP yaitu Repdem.

Mereka memprotes atas pemberitaan TV One mengenai Partai Komunisme Indonesia (PKI) yang dianggap merugikan partai berlambang kepala banteng tersebut.
(kur)
Berita Terkait
Peringati Pembunuhan...
Peringati Pembunuhan Soleimani, Massa Serbu Bandara Baghdad
Massa Ratusan Orang...
Massa Ratusan Orang Serbu Masjid, Serang Jamaah Salat
Demo Rusuh Guncang Georgia,...
Demo Rusuh Guncang Georgia, Massa Serbu Istana Presiden
Massa Pendukung Trump...
Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Situasi Chaos
Tentara Tembaki Demonstran,...
Tentara Tembaki Demonstran, Massa Serbu Rumah Dubes Nigeria
Drakor Serbu Tayangan...
Drakor Serbu Tayangan TV, Hospital Playlist Raih Rating Tertinggi
Berita Terkini
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved