Elektabilitas Jokowi Tak seperti Berita Wall Street Journal
Rabu, 02 Juli 2014 - 16:47 WIB
Elektabilitas Jokowi Tak seperti Berita Wall Street Journal
A
A
A
JAKARTA - Poempida Hidayatullah tetap yakin pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla elektabilitasnya tetap unggul dari pasangan capres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Tim kempanye nasional pasangan capres yang biasa disebut Jokowi-JK itu mengklaim pihaknya memiliki data mengenai elektabilitas Jokowi-JK.
"Data yang kami dapatkan secara objektif dan akurat mengatakan Jokowi-JK sampai detik ini elektabilitasnya tidak tersalip oleh Prabowo-Hatta," kata Poempida saat berbincang dengan Sindonews melalui sambungan telepon, Rabu (2/7/2014).
Poempida juga mengatakan keyakinannya bahwa pasangan capres yang didukungnya itu bakal menjadi pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang. Alasannya, selain mesin partai juga relawan bekerja semakin optimal. "Jaringan relawan lebih diintensifkan bergerak dua minggu terakhir ini," ucapnya.
Keterangan yang disampaikan Poempida ini berbeda dengan berita yang ditulis media Amerika Wall Street Journal.
Artikel di Wall Street Journal berjudul Widodo's Polls Lead Drops in Bid for Indonesia Presidency menyoroti elektabilitas Jokowi kian waktu terus merosot. Tiga bulan lalu, hasil survei elektabilitas menunjukkan Jokowi jauh memimpin 25 poin dari pesaingnya, Prabowo Subianto. Kini, perbedaan itu kian tipis.
”Sampai-sampai pasar telah memposisikan (Joko Widodo) menang. Ada asumsi yang menyudutkan Prabowo yang disebut tidak bisa duduk nyaman dengan investor,” kata Wellian Wiranto, ekonom dari OCBC Bank, Singapura, seperti dikutip dari WSJ, Minggu 29 Juni lalu.
Tim kempanye nasional pasangan capres yang biasa disebut Jokowi-JK itu mengklaim pihaknya memiliki data mengenai elektabilitas Jokowi-JK.
"Data yang kami dapatkan secara objektif dan akurat mengatakan Jokowi-JK sampai detik ini elektabilitasnya tidak tersalip oleh Prabowo-Hatta," kata Poempida saat berbincang dengan Sindonews melalui sambungan telepon, Rabu (2/7/2014).
Poempida juga mengatakan keyakinannya bahwa pasangan capres yang didukungnya itu bakal menjadi pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang. Alasannya, selain mesin partai juga relawan bekerja semakin optimal. "Jaringan relawan lebih diintensifkan bergerak dua minggu terakhir ini," ucapnya.
Keterangan yang disampaikan Poempida ini berbeda dengan berita yang ditulis media Amerika Wall Street Journal.
Artikel di Wall Street Journal berjudul Widodo's Polls Lead Drops in Bid for Indonesia Presidency menyoroti elektabilitas Jokowi kian waktu terus merosot. Tiga bulan lalu, hasil survei elektabilitas menunjukkan Jokowi jauh memimpin 25 poin dari pesaingnya, Prabowo Subianto. Kini, perbedaan itu kian tipis.
”Sampai-sampai pasar telah memposisikan (Joko Widodo) menang. Ada asumsi yang menyudutkan Prabowo yang disebut tidak bisa duduk nyaman dengan investor,” kata Wellian Wiranto, ekonom dari OCBC Bank, Singapura, seperti dikutip dari WSJ, Minggu 29 Juni lalu.
(kur)