Prabowo Akan Letakkan Dasar Sipil di Atas Militer

Rabu, 02 Juli 2014 - 11:53 WIB
Prabowo Akan Letakkan...
Prabowo Akan Letakkan Dasar Sipil di Atas Militer
A A A
SURABAYA - Meski berlatar belakang militer bukan lantas Prabowo Subianto ketika terpilih menjadikan Indonesia di bawah kendali militer. Pernyataan ini menepis anggapan dari isu yang digulirkan oleh pihak lawan bahwa Prabowo akan memerintah dengan cara militer.

Mantan Kepala Staff Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Mayjend (Purn) Kivlan Zein menyatakan, bahwa Prabowo tidak akan memerintah dengan cara militer.

"Saya kenal sekali dengan Prabowo. Saya menjamin bahwa ketika Prabowo terpilih menjadi Presiden akan meletakkan dasar sipil di atas militer," kata Kivlan saat diskusi nasional yang digelar oleh Relawan Indonesia Satu (RI-1) di Surabaya, Rabu (2/7/2014).

Kivlan mengatakan, Prabowo bersama alumni AKABRI tahun 1971 ke atas memang mendukung penuh tampuk kepemimpinan nasional akan diserahkan kepada sipil atau menghapus Dwi fungsi ABRI setelah pemerintah Indonesia stabil.

"Nah, kondisi inilah menjadi penyebab kenapa mantan Pangab Jenderal (Purn) Wiranto tidak suka kepadanya," ucapnya.

Dan sesuai rencana sipil di atas militer dalam mengelola negara itu akan dilakukan setelah tahun 2002, tapi ada kecelakaan dimana rakyat Indonesia sudah tak mau dipimpin Soeharto sehingga mengambil mandatnya kembali pada tahun 1998.

‪"Para jenderal di bawah komando Wiranto tidak suka dengan wacana tersebut, sehingga berusaha mati-matian mempertahankan Dwi Fungsi ABRI. Makanya paska Pak Harto lengser digantikan Habibie, Wiranto cs terus berusaha menyingkirkan Prabowo dengan segala cara. Saya ini saksi hidup kalau Prabowo tak terlibat kerusuhan tahun 1998," tegasnya.

Padahal dengan dicabutnya Dwi Fungsi ABRI, lanjut Kivlan maka tugas keamanan nantinya akan diserahkan kepada polisi, sedangkan TNI bertugas memperkuat sistem pertahanan baik dari acamanan dalam negeri maupun luar negeri.

Sistem pertahanan itu akan menjadi kuat maka perlu melibatkan seluruh warga negara sehingga dikenal dengan istilah Hamkamrata. Hingga kini, bangsa Indonesia belum bisa melindungi tumpah darah Indonesia, bahkan lalu lintas udara masih dikendalikan oleh negara kecil Singapura.

Indonesia ke depan memerlukan pemimpin yang tegas dan bisa melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. "Dari dua pasangan capres-cawapres yang ada, menurut saya yang terbaik adalah Prabowo-Hatta," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Profil Singkat Tiga...
Profil Singkat Tiga Putri Bung Hatta, Ada yang Pernah Jadi Menteri
Gemala Hatta Jelaskan...
Gemala Hatta Jelaskan Tanda Tangan Bung Hatta yang Benar
Meutia: Koperasi Warisan...
Meutia: Koperasi Warisan Bung Hatta untuk Ekonomi Indonesia
OjolET Ikut Ramaikan...
OjolET Ikut Ramaikan Kampanye Prabowo-Gibran
Celetuk Prabowo: Politisi...
Celetuk Prabowo: Politisi Tuh Enggak Pernah Berhenti Kampanye
Kolaborasi Rumah Produksi...
Kolaborasi Rumah Produksi Percofia dan Inkopontren Hadirkan Hatta The Movie
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved