Bawaslu Didesak Segera Tuntaskan Polemik Kicauan Fahri Hamzah

Rabu, 02 Juli 2014 - 04:26 WIB
Bawaslu Didesak Segera...
Bawaslu Didesak Segera Tuntaskan Polemik Kicauan Fahri Hamzah
A A A
JAKARTA - Anggota Tim Sukses Prabowo Hatta, Fahhri Hamzah berkilah bahwa kalimatnya dalam akun twitter menyebut kata 'sinting' sebagai kritik terhadap Jokowi. Tapi, menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, hal ini sudah menyangkut norma sosial yang berlaku.

"Maka benar adanya sebaiknya hal ini segera dituntaskan oleh Bawaslu. Kita beri kesempatan kepada Bawaslu untuk memastikan apakah kicauan Fahri masuk kategori yang melecehkan atau memang semata ungkapan dari sikap kritisnya," kata Ray, Selasa (1/7).

Dan, mengingat waktu pilpres makin dekat, sebaiknya Bawaslu segera dapat menyelesaikannya. "Sehingga kita bisa membedakan apa itu kritik dan apa itu kebencian," ujarnya.

Menurut Ray, Fahri lupa atau tak terlebih dahulu tabayyun pada setidaknya tiga hal. Pertama, bahwa permintaan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional merupakan usulan dari banyak santri. Dan, usulan itu ditampung oleh Jokowi. Dengan begitu, menyebut persetujuan itu sebagai sinting secara tidak langsung juga mengatakan santri sebagai pengusul adalah sinting.

Kedua, kata dia, menyebut sinting sebagai bagian dari kritik tentu tak dapat dibenarkan. Kritik tidak dengan sendirinya membenarkan munculnya kata-kata yang secara umum dipergunakan untuk menggambarkan ketidakwarasan.

"Bahkan, kalimat twit Fahri boleh disebut tak mengandung nada kritik selain hanya sekadar pengumbaran kata yang menggambarkan perasaan hati Fahri daripada penilaian kritis," ungkapnya.

Ketiga, Fahri membuat definisi sendiri tentang bagaimana ia berbuat dan berkata lalu menyebut tindakannya sebagai kritik. Penilaian subjektifnya atas tindakan dirinya di ruang publik tidak dengan sendirinya menjadi pembenaran atas langkahnya di ruang publik.

"Dia sedang tidak berbicara di ruang yang kedap suara. Tapi di ruang publik yang memiliki pandangan dan definisi sendiri tentang apa itu kritik, kebencian dan sarkasme," terangnya.

Sebelumnya, Anggota Tim Sukses pasangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah menyebut Joko Widodo sinting. Sebutan itu dilontarkan Fahri menanggapi janji Jokowi untuk menetapkan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.

"Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!" Begitu kicau Fahri melalui akun twitternya @Fahrihamzah.

Senin (30/6/2014), Tim advokasi pemenangan pasangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo-Jusuf Kalla melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Fahri Hamzah. Fahri diduga melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap capres yang biasa disapa Jokowi melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Soal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional muncul saat Jokowi berkampanye di Pondok Pesantren Babussalam, Malang, Jawa Timur, Jumat (27/6/2014). Para santri dan kiai meminta Jokowi menandatangani perjanjian kesepakatan untuk memperjuangkan Hari Santri Nsional itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Kiai Haji Thoriq Bin Ziyad menyatakan, capres yang mau memperjuangkan Hari Santri Nasional berarti telah memperjuangkan seluruh santri dan ulama. Jokowi, yang mengenakan peci hitam langsung menyanggupi permintaan tersebut. "Saya menyanggupi permintaan menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional. Itu wajib diperjuangkan," kata Jokowi.
(zik)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Vladimir Putin: Rusia...
Vladimir Putin: Rusia Segera Habisi Militer Ukraina!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved