Wall Street Journal: Jokowi Dulu Merajai, Kini Terseok

Selasa, 01 Juli 2014 - 17:46 WIB
Wall Street Journal:...
Wall Street Journal: Jokowi Dulu Merajai, Kini Terseok
A A A
JAKARTA - Media asing sepertinya terus mengamati perkembangan politik antara dua kandidat presiden menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Setelah The Sydney Morning Herald, kini media Amerika Serikat, Wall Street Journal (WSJ), ikut mengulasnya. Dalam pemberitaan tanggal 29 Juni lalu, WSJ mengulas elektabilitas Joko Widodo (Jokowi).

Artikel berjudul, Widodo's Polls Lead Drops in Bid for Indonesia Presidency, WSJ menyoroti elektabilitas Jokowi yang kian waktu terus merosot. Tiga bulan lalu, hasil survei elektabilitas menunjukkan Jokowi jauh memimpin 25 poin dari pesaingnya, Prabowo Subianto. Kini, perbedaan itu kian tipis.

”Sampai-sampai pasar telah memposisikan (Joko Widodo) menang. Ada asumsi yang menyudutkan Prabowo yang disebut tidak bisa duduk nyaman dengan investor,” kata Wellian Wiranto, ekonom dari OCBC Bank, Singapura, seperti dikutip dari WSJ, Minggu 29 Juni lalu.

WSJ memberitakan, merosotnya elektabilitas Jokowi karena berbagai faktor. Salah satunya karena diisukan dia keturunan etnis China dan beragama non-muslim. Kemudian pamor Jokowi di media televisi mulai pudar. Media televisi kini cenderung bergeser ke capres Prabowo.

Merosotnya elektabilitas Jokowi ditengarai tak lepas dari kesalahan cara Timses Jokowi mematahkan serangan kampanye hitam. Misalnya menyebarkan fotokopi buku nikah Jokowi dan istrinya yang terbukti bukan etnis China. Kemudian, menyebarkan foto-foto Jokowi ketika berziarah ke Mekkah sebagai bukti Jokowi muslim.

Di sisi lain, Tim Prabowo tegas membantah sebagai pihak yang melakukan kampanye hitam kepada Jokowi. Upaya tim Jokowi untuk melawan berbagai kampanye hitam itu, dianggap sebagai salah langkah.

”Aturan nomor 1 dalam kampanye, jangan biarkan musuh ikut menentukan agenda Anda. Dia (Jokowi) masuk dalam perangkap itu,” kata Marcus Mietzner dari pakar dari Australian National University.

Menurut WSJ, merosotnya elektabilitas Jokowi juga disebabkan pudarnya kepercayaan para pemilih di perkotaan. Mereka mempertanyakan reputasi Jokowi yang tidak tuntas melakukan program-programnya.

Misal, proyek monorel pembangunan waduk di pinggir Jakarta untuk mengatasi permasalahan banjir di Ibu Kota, yang tidak ada kabarnya lagi. Sementara proyek MRT dikabarkan tertunda karena permasalahan pembebasan lahan.

"Mungkin lebih baik Pak Jokowi tetap menjadi gubernur untuk menuntaskan janji-janjinya. Kalau dia sudah bisa membuktikan janjinya, dia bisa mencalonkan diri Pilpres berikutnya," tutur salah seorang pekerja di Jakarta yang dikutip WSJ.

Sementara di sisi lain, Prabowo berhasil memosisikan dirinya sebagai capres yang tegas dan berpandangan luas. Rencananya membangun jalan, kilang minyak, pembangkit listrik, dan membuat Indonesia swasembada pangan dalam waktu 20 tahun mendatang, sangat mempengaruhi pemilih.

Prabowo juga didukung pemilik jaringan media yang juga pimpinan partai politik. "Tren pemilih mengarah ke Prabowo. Jokowi kehilangan pemilih dengan cepat," kata Doug Ramage, Analis Politik BowerGroupAsia Jakarta.
(hyk)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Sambut HUT Ke-81 RI,...
Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Titi Anggraini: Tak...
Titi Anggraini: Tak Libatkan Parpol Nonparlemen Bahas RUU Pemilu Tindakan Inkonstitusional
Polemik Kabinet Bayangan,...
Polemik Kabinet Bayangan, Pengamat Menyoroti Mekanisme Kritik dalam Demokrasi
Di Forum ASEAN, Indonesia...
Di Forum ASEAN, Indonesia Perkuat Kepemimpinan Pengelolaan Hutan Lestari
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved