Sidarto Tak Terima Pernyataan Prijanto Soal Komunis

Selasa, 01 Juli 2014 - 06:05 WIB
Sidarto Tak Terima Pernyataan...
Sidarto Tak Terima Pernyataan Prijanto Soal Komunis
A A A
JAKARTA - Pernyataan mantan Aster Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Mayjen TNI Purnawirawan Prijanto yang mengungkapkan indikasi bangkitnya komunis PKI di Indonesia ditanggapi oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sidarto Danusubroto.

Sebab, Prijanto mengait-ngaitkan indikasi bangkitnya komunis PKI di Indonesia dengan beberapa kader PDIP seperti Ribka Tjiptaning dan Rieke Dyah Pitaloka. Sidarto tak terima beberapa kader PDIP dikaitkan dengan indikasi bangkitnya PKI tersebut.

"Dia harus buktikan itulah. Pak Prijanto harus buktikan kalau dia komunis. Enak aja. Pak Prijanto suruh buktikan kalau mereka komunis. Kasihan orangnya kan," ujar Sidarto Danusubroto yang juga selaku Ketua MPR RI ini kepada Sindonews di Jakarta, Senin (30/6/2014) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang isu komunisme kembali muncul. Isu ini menyasar ke lingkaran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Apalagi, Ribka Tjiptaning yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP pernah membuat buku berjudul Aku Bangga Jadi Anak PKI. Hal ini semakin memunculkan kekhawatiran beberapa pihak akan kebangkitan paham komunis tersebut.

Kemudian pada Juni 2010, pertemuan anak PKI dari berbagai kota yang turut dihadiri oleh anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Rieke Dyah Pitaloka di Banyuwangi, Jawa Timur. Terakhir, dikabarkan anak eks PKI itu terbang ke China guna belajar politik dari partai komunis di sana.

"Sepertinya komunisme sedang lakukan rekonsolidasi secara serius dan terencana di Indonesia," ujar mantan Aster KSAD Mayjen TNI Purn Prijanto dalam siaran persnya kepada wartawan, Minggu, 29 Juni 2014 malam.

Prijanto mengungkapkan salah satu gerakan kelompok PKI yang perlu diwaspadai adalah adu domba dan fitnah untuk mengobok-obok institusi TNI AD.

Prijanto mengatakan, dalam pemikiran kelompok PKI itu, Bintara Binda Desa (Babinsa) ibarat tujuh setan yang harus dimusnahkan. "Mirip dengan suasana kebatinan saat PKI akan lakukan kudeta tahun 1965," ungkapnya.

Dia menambahkan, upaya kelompok PKI yang perlu diwaspadai adalah, mereka berupaya mejauhkan masyarakat dengan TNI. Bahkan, kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, indikasinya mulai terlihat dengan menolak upaya TNI untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

"Tank Leopard yang dibutuhkan TNI AD ditolak. Dalam sejarah, TNI AD memang adalah musuh bebuyutan PKI," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved