Bicara Survei, Tjahjo Klaim Jokowi-JK akan Unggul
Minggu, 29 Juni 2014 - 19:58 WIB
Bicara Survei, Tjahjo Klaim Jokowi-JK akan Unggul
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) Tjahjo Kumolo menegaskan serangan hitam, intimidasi, dan manipulasi berita mempengaruhi persepsi publik.
Menurut dia, ada kesan Jokowi-JK mengalami penurunan elektabilitas. "Kami meyakini bahwa Pak Jokowi dan Pak JK tetap teratas. Indikasinya sederhana. Setiap kampanye Pak Jokowi turun, ribuan rakyat berbondong-bondong hadir spontan tanpa mobilisiasi," tutur Tjahjo di Jakarta, Minggu (29/6/2014).
Sebagaimana diketahui, hasil survei yang dirilis Indo Barometer hari ini menyebutkan selisih keunggulan Jokowi-JK terhadap pasangan Prabowo-Hatta tinggal 3-4% saja.
"Hasil survei Indo Barometer dilakukan pada saat puncak serangan hitam melalui Tabloid Obor Rakyat dan juga terjadinya berbagai bentuk intimidasi, termasuk gerakan di lapangan yang mendukung capres tertentu," tutur Tjahjo.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai karekter masyarakat Indonesia suka menyimpan segala sesuatu dalam hati.
"Suara diam itu lebih menunjukkan dukungannya ke Pak Jokowi," tegas Tjahjo.
Menurut dia, meski Indo Barometer menyatakan bahwa selisih semakin tipis, Tim Jokowi-JK tetap meyakini bahwa rakyat pada akhirnya tidak akan goyah.
Dia yakin rakyat condong memilih pemimpin yang merakyat, yang sederhana, mendengar, serta yang selalu bersentuhan langsung dan teruji kerjanya dan antimanipulasi berita dan antikampanye hitam.
"Kami tim kampanye Jokowi-JK tetap bekerja bergerak mengorganisir diri dengan sebaik-baiknya. Pada akhirnya ini merupakan pertempuran karena keyakinan. Siapa paling yakin untuk memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa negara, akan menjadi penentu kemenangan," tutur Tjahjo.
Menurut dia, ada kesan Jokowi-JK mengalami penurunan elektabilitas. "Kami meyakini bahwa Pak Jokowi dan Pak JK tetap teratas. Indikasinya sederhana. Setiap kampanye Pak Jokowi turun, ribuan rakyat berbondong-bondong hadir spontan tanpa mobilisiasi," tutur Tjahjo di Jakarta, Minggu (29/6/2014).
Sebagaimana diketahui, hasil survei yang dirilis Indo Barometer hari ini menyebutkan selisih keunggulan Jokowi-JK terhadap pasangan Prabowo-Hatta tinggal 3-4% saja.
"Hasil survei Indo Barometer dilakukan pada saat puncak serangan hitam melalui Tabloid Obor Rakyat dan juga terjadinya berbagai bentuk intimidasi, termasuk gerakan di lapangan yang mendukung capres tertentu," tutur Tjahjo.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai karekter masyarakat Indonesia suka menyimpan segala sesuatu dalam hati.
"Suara diam itu lebih menunjukkan dukungannya ke Pak Jokowi," tegas Tjahjo.
Menurut dia, meski Indo Barometer menyatakan bahwa selisih semakin tipis, Tim Jokowi-JK tetap meyakini bahwa rakyat pada akhirnya tidak akan goyah.
Dia yakin rakyat condong memilih pemimpin yang merakyat, yang sederhana, mendengar, serta yang selalu bersentuhan langsung dan teruji kerjanya dan antimanipulasi berita dan antikampanye hitam.
"Kami tim kampanye Jokowi-JK tetap bekerja bergerak mengorganisir diri dengan sebaik-baiknya. Pada akhirnya ini merupakan pertempuran karena keyakinan. Siapa paling yakin untuk memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa negara, akan menjadi penentu kemenangan," tutur Tjahjo.
(dam)