Transparansi Lembaga Survei di The Sydney Morning Dipertanyakan

Sabtu, 28 Juni 2014 - 06:59 WIB
Transparansi Lembaga...
Transparansi Lembaga Survei di The Sydney Morning Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Media Australia The Sydney Morning Herald mengungkapkan, sejumlah lembaga survei memiliki kedekatan dengan salah satu kontestan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Dalam pemberitaan di media tersebut, dikatakan beberapa lembaga survei diduga memiliki relasi ke Joko Widodo (Jokowi), sengaja tidak dipublikasikan, karena khawatir sebagian pendukung Jokowi beralih ke Prabowo Subianto.

Pasalnya, The Sydney Morning memberitakan hasil survei di Indonesia terkait elektabilitas Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Dalam berita itu dikatakan elektabilitas Prabowo mencapai 51,2 persen sementara Joko Widodo hanya mencapai 48,8 persen.

Presidium Nasional Jaringan Muda Nahdlatul Ilama (NU), Arif Hidayat mengatakan, prinsipnya ada beberapa hal yang harus dipegang oleh lembaga survei.

"Prinsip transparansi dan akuntabilitas. Bagi lembaga survei yang kita anggap semi, karena dia sebagai lembaga konsultan politik dan juga lembaga survei," kata Arif Hidayat saat dihubungi Sindonews, Jumat 27 Juni 2014 malam.

Menurutnya, jika lembaga survei yang telah diakui, sudah sepatutnyalah mengumumkan dan wajib memberikan informasi terkait momentum yang tengah dihadapi saat ini, yakni Pilpres 2014.

"Jika dilakukan tidak transparansi dan akuntabilitas, maka ada pelanggaran etik yang dilakukan lembaga survei tersebut," ucap Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pancasila, Hukum, dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (Puskaphdem-Unnes) tersebut.

"Kalau hasil dan data awal saja tidak bisa diakses, gimana dengan pendanaanya. Karena bagaimanapun hasil survei sangat penting untuk pendidikan politik," pungkasnya.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI), Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC), dan Indikator, hingga saat ini belum mengeluarkan hasil survei terbaru, mengenai elektabilitas Capres Prabowo dan Capres Jokowi.
(maf)
Berita Terkait
Comeback, ITZY Rilis...
Comeback, ITZY Rilis Mafia In the Morning
Sinopsis The Housemaid,...
Sinopsis The Housemaid, Film Thriller Dibintangi Sydney Sweeney
Pemain Film Srimulat:...
Pemain Film Srimulat: Hidup Memang Komedi Berbagi Cerita di Morning Update, Seru!
Baru Buka 18 Bulan,...
Baru Buka 18 Bulan, Peringkat Skye Suites Sydney Melonjak Tajam
Dukung SDGs, Western...
Dukung SDGs, Western Sydney University Kampus Terbaik Dunia Versi THE Impact Rankings
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved