28 Juta Jiwa di Indonesia Menderita Hepatitis B dan C

Jum'at, 27 Juni 2014 - 15:15 WIB
28 Juta Jiwa di Indonesia...
28 Juta Jiwa di Indonesia Menderita Hepatitis B dan C
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan pengidap hepatitis B dan C di Indonesia sebanyak 28 juta jiwa. Prevalensi pengidap hepatitis B sebanyak 9,4 persen dan hepatitis C sebanyak 2,1 persen.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron Mukti mengatakan, sebagian dari penderita hepatitis B dan C kebanyakan akan menjadi kanker hati dan dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan hepatitis A dan E sering terjadi dan dapat dicegah diobati. Karena penularanya melalui fecal oral lewat makanan.

"Untuk hepatitis A dan E hanya diperlukan untuk hidup bersih dan sehat dan menjaga kebersihan. Sedangkan hepatitis B dan C sudah dilakukan pencegahan melalui vaksin hepatitis B," katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Menurut Ali, faktor terbesar ialah penderita HIV/AIDS. Karenanya cara penularanya sama seperti hirus HIV melalui jarum suntik, penularan ibu ke anaknya, donor darah dan hubungan seksual.

"Banyak penderita HIV mereka juga menderita hepatitis B atau C. Bahkan seseorang yang terkena HIV meninggal disebabkan karena virus hepatitisnya," tegasnya.

Direktur Prngendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Slamet mengatakan saat ini tengah mencapai target untuk menspesifikkan pada ibu hamil dan tenaga kesehatan. Karenanya petugas kesehatan adalah kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi.

"Jika pada ibu hamil dan dia didapati postif maka kita sudah menyiapkan treatmen untuk anaknya ke depan," ujarnya.

Pencarian data terus diupayakan, hal jni merupakan usaha pemerintah untuk terus menemukan masyarakat yang sudah terinfeksi serta kelompok rentan. Pengembangan akan dilakukan di 14 kabupaten kota untuk melihat hasilnya guna menghasilkan data terbaru penderita hepatitis B dan C.

"Paling rentan hepatitis B dan C yang terinfeksi melewati cairan darah dan ini menyebabkan kronis," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Daftar 25 Perwira TNI...
Daftar 25 Perwira TNI AL Pecah Bintang usai Upacara Kenaikan Pangkat Juli 2026
Tersangka Kuota Haji...
Tersangka Kuota Haji Ajukan Praperadilan, KPK Tegaskan Penggeledahan Berdasarkan Aturan
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved