Hasil Survei Bikin Kubu Prabowo Kian Optimistis
Rabu, 25 Juni 2014 - 17:50 WIB
Hasil Survei Bikin Kubu Prabowo Kian Optimistis
A
A
A
JAKARTA - Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menanggapi positif hasil survei yang dilakukan Forum Indonesia Maju (Forima). Survei itu membuat tim pasangan yang diusung Koalisi Merah Putih ini lebih optimistis memenangi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.
Direktur Policy dan Program Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Drajad Wibowo mengatakan hasil survei tersebut membuat pihaknya semakin optimistis.
Dia pun membandingkan dengan hasil survei yang dilakukan internal tim pemenangan Prabowo-Hatta yang juga menunjukkan pihaknya menang tipis dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
"Kami juga melakukan survei internal. Hasilnya Prabowo unggul 1% atau 2%. Atau ada lagi dalam survei internal yang menyatakan kami ketinggalan 1% atau 2% dari Jokowi-JK. Itu selisihnya tipis sekali. Kalau bahasa Jawanya unda-undi, sehingga waktu sisa waktu yang ada saat ini menjadi sangat krusisal," ujar Drajad di Hotel Gran Alia Prapatan, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2014).
Dia menilai debat kandidat cukup penting dalam meningkatkan elektabilitas calon. Meskipun tidak terlalu berpengaruh. "Pengaruhnya relatif terbatas. Preferensi pemilih tidak sepenuhnya tergantung pada debat. Kami tentu akan berusaha menampilkan yang terbaik, tetapi ada pekerjaan lain yang harus kita lakukan," ujar dia.
Menghadapi debat kandidat sesi keempat, Drajad mengaku pihaknya akan mempersiapkan dengan maksimal. Sebab dari hasil survei Forima menunjukkan performa Jusuf Kalla lebih unggul dari Hatta Rajasa.
Kendati begitu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku tidak terlalu khawatir dengan debat cawapres yang akan digelar 29 Juni nanti.
"Kami bersyukur karena materi debat adalah tema tentang SDM dan ristek, intinya soal SDM. Bang Hatta pernah jadi Menristek dan PAN konsennya dari dulu adalah pendidikan. Kita lahir dari Muhammadiyah yang memang konsen di pendidikan dan dalam visi misi Prabowo-Hatta, sektor pendidikan mendapat perhatian yang sangat besar," tutur Drajad.
Hasil survei Forima menunjukkan performa Prabowo-Hatta lebih unggul dibandingkan dibandingkan Jokowi-JK. Survei itu dilakukan terhadap 900 responden pemilih muda dengan rentang umur 17-29 tahun. Penelitian dilakukan di 20 ibu kota provinsi di Indonesia pada 1-17 Juni 2014.
Dalam hasil survei itu, secara keseluruhan rata-rata responden memberikan penilaian baik terhadap performa Prabowo sebesar 63%, 32,4% responden menilai sangat baik, dan 4,1% responden menilai buruk.
Sementara itu, performa capres nomor urut dua, Jokowi berada di posisi lebih rendah dari Prabowo. Sebanyak 61,9% responden menilai performa Jokowi baik, 30% mengatakan sangat baik, 8,0% buruk, dan 0,2% menilai sangat buruk.
Direktur Policy dan Program Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Drajad Wibowo mengatakan hasil survei tersebut membuat pihaknya semakin optimistis.
Dia pun membandingkan dengan hasil survei yang dilakukan internal tim pemenangan Prabowo-Hatta yang juga menunjukkan pihaknya menang tipis dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
"Kami juga melakukan survei internal. Hasilnya Prabowo unggul 1% atau 2%. Atau ada lagi dalam survei internal yang menyatakan kami ketinggalan 1% atau 2% dari Jokowi-JK. Itu selisihnya tipis sekali. Kalau bahasa Jawanya unda-undi, sehingga waktu sisa waktu yang ada saat ini menjadi sangat krusisal," ujar Drajad di Hotel Gran Alia Prapatan, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2014).
Dia menilai debat kandidat cukup penting dalam meningkatkan elektabilitas calon. Meskipun tidak terlalu berpengaruh. "Pengaruhnya relatif terbatas. Preferensi pemilih tidak sepenuhnya tergantung pada debat. Kami tentu akan berusaha menampilkan yang terbaik, tetapi ada pekerjaan lain yang harus kita lakukan," ujar dia.
Menghadapi debat kandidat sesi keempat, Drajad mengaku pihaknya akan mempersiapkan dengan maksimal. Sebab dari hasil survei Forima menunjukkan performa Jusuf Kalla lebih unggul dari Hatta Rajasa.
Kendati begitu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku tidak terlalu khawatir dengan debat cawapres yang akan digelar 29 Juni nanti.
"Kami bersyukur karena materi debat adalah tema tentang SDM dan ristek, intinya soal SDM. Bang Hatta pernah jadi Menristek dan PAN konsennya dari dulu adalah pendidikan. Kita lahir dari Muhammadiyah yang memang konsen di pendidikan dan dalam visi misi Prabowo-Hatta, sektor pendidikan mendapat perhatian yang sangat besar," tutur Drajad.
Hasil survei Forima menunjukkan performa Prabowo-Hatta lebih unggul dibandingkan dibandingkan Jokowi-JK. Survei itu dilakukan terhadap 900 responden pemilih muda dengan rentang umur 17-29 tahun. Penelitian dilakukan di 20 ibu kota provinsi di Indonesia pada 1-17 Juni 2014.
Dalam hasil survei itu, secara keseluruhan rata-rata responden memberikan penilaian baik terhadap performa Prabowo sebesar 63%, 32,4% responden menilai sangat baik, dan 4,1% responden menilai buruk.
Sementara itu, performa capres nomor urut dua, Jokowi berada di posisi lebih rendah dari Prabowo. Sebanyak 61,9% responden menilai performa Jokowi baik, 30% mengatakan sangat baik, 8,0% buruk, dan 0,2% menilai sangat buruk.
(dam)