Tampik Tudingan Tidak Merakyat, Prabowo Ungkap Pernah Miskin
Minggu, 22 Juni 2014 - 15:47 WIB
Tampik Tudingan Tidak Merakyat, Prabowo Ungkap Pernah Miskin
A
A
A
JAKARTA - Prabowo Subianto menampik tudingan dirinya pemimpin yang tidak merakyat dan datang dari golongan kaya. Prabowo mengaku pernah mengalami kemiskinan seperti orang kebanyakan.
"Saya bukan lahir dari orang kaya. Tapi bedanya saya dulu pura-pura kaya. Tapi sekarang banyak orang kaya, tapi ngaku-ngaku miskin," ujar Prabowo dalam orasinya pada Kampanye Akbar Koalisi Merah Putih, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Prabowo pun berkisah bagaimana perjuangannya bangkit dari bawah. Bangkit dari kemiskinan. "Wajah-wajah kalian yang hadir di sini berpanasan, menggambarkan besok mau makan apa, besok bayar utang pakai apa. Saya begitu saat muda dulu," ujarnya.
"Yang masih muda dan belum dapat kerja, jangan risau. Saat muda dulu, saking tidak ada uang, saya juga mikir-mikir kalau hendak mentraktir pacar saya. Apakah uang saya cukup untuk mentraktir pacar saya atau tidak," sambung Prabowo disambut tepuk tangan ratusan ribu massa pendukung Koalisi Merah Putih.
Namun jika 9 Juli nanti dirinya dan Hatta Rajasa mendapat mandat penuh dari rakyat, Prabowo berjanji akan merealisasikan harapan-harapan masyarakat agar Indonesia menjadi lebih sejahtera.
Hadir dalam kampanye akbar tersebut ketua-ketua partai pendukung koalisi Merah Putih diantaranya, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PBB MS Kaban, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PAN sekaligus calon wakil presiden Hatta Rajasa.
Hadir juga petinggi Partai Demokrat, seperti Marzuki Ali dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Kehadiran petinggi Demokrat itu semakin memantapkan sinyal dukungan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu ke kubu Prabowo-Hatta.
"Saya bukan lahir dari orang kaya. Tapi bedanya saya dulu pura-pura kaya. Tapi sekarang banyak orang kaya, tapi ngaku-ngaku miskin," ujar Prabowo dalam orasinya pada Kampanye Akbar Koalisi Merah Putih, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Prabowo pun berkisah bagaimana perjuangannya bangkit dari bawah. Bangkit dari kemiskinan. "Wajah-wajah kalian yang hadir di sini berpanasan, menggambarkan besok mau makan apa, besok bayar utang pakai apa. Saya begitu saat muda dulu," ujarnya.
"Yang masih muda dan belum dapat kerja, jangan risau. Saat muda dulu, saking tidak ada uang, saya juga mikir-mikir kalau hendak mentraktir pacar saya. Apakah uang saya cukup untuk mentraktir pacar saya atau tidak," sambung Prabowo disambut tepuk tangan ratusan ribu massa pendukung Koalisi Merah Putih.
Namun jika 9 Juli nanti dirinya dan Hatta Rajasa mendapat mandat penuh dari rakyat, Prabowo berjanji akan merealisasikan harapan-harapan masyarakat agar Indonesia menjadi lebih sejahtera.
Hadir dalam kampanye akbar tersebut ketua-ketua partai pendukung koalisi Merah Putih diantaranya, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PBB MS Kaban, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PAN sekaligus calon wakil presiden Hatta Rajasa.
Hadir juga petinggi Partai Demokrat, seperti Marzuki Ali dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Kehadiran petinggi Demokrat itu semakin memantapkan sinyal dukungan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu ke kubu Prabowo-Hatta.
(hyk)