4 Isu Lingkungan yang Harus Diperhatikan Capres
Kamis, 19 Juni 2014 - 14:26 WIB
4 Isu Lingkungan yang Harus Diperhatikan Capres
A
A
A
JAKARTA - Kedua pasang capres-cawapres diminta memperhatikan isu lingkungan dan pangan, dalam program serta visi misi yang diusung dalam kampanye.
Pernyataan itu dikatakan Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting. Menurutnya, masalah lingkungan dinilai akan mempengaruhi nasib generasi mendatang.
Longgena mengungkapkan, ada empat isu utama yang menurut pihaknya harus menjadi fokus perhatian kedua kandidat capres-cawapres.
Pertama, isu hutan dan lahan gambut. Menurut Longgena, saat ini sudah muncul titik api di Riau. Pihaknya memprediksi, tahun depan akan terjadi kebakaran hutan 5-10 juta hektare di Indonesia.
"Ini peristiwa menahun, tahun kering berkepanjangan. Kami prediksi ada kebakaran besar seperti 1997 lalu, di mana Indonesia menyumbang emisi terbesar di dunia saat itu," ujar Longgena di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).
Menurut Longgena, penyelesaian kebakaran hutan seharusnya menjadi prioritas pemerintah. Begitu juga saat terjadi kekeringan dan banjir yang kuncinya adalah pada penyelamatan lahan gambut. "Perlindungan lahan gambut harus total," imbuhnya.
Kedua, isu air. Menurut catatan Greenpeace saat ini, ada sebesar 119.000 orang tidak mendapatkan akses terhadap air bersih. "Selama ini pemerintah hanya mengatur pembuangan air ke sungai, tapi tidak dikasih tahu apa saja yang boleh dibuang," ujar Longgena.
Ketiga, isu overfishing dan pencemaran laut. Selama ini sering terjadi overfishing di laut Indonesia yang dilakukan oleh kapal-kapal besar dari luar negeri. "Sementara, pencemaran air laut merupakan ancaman bagi ekosistem laut Indonesia yang menjadi lumbung protein dalam negeri," ucapnya.
Keempat, perubahan iklim dan energi. Longgena berharap, kedua kandidat berkomitmen untuk beralih menggunakan energi terbarukan, mengingat Indonesia memiliki sumber daya dan peluang untuk leading dalam mengoptimalkan energi terbarukan.
"Pada debat kandidat dengan tema pangan, energi dan lingkungan yang dilaksanakan 5 Juli 2014 nanti, kami ingin melihat ada komitmen dan rencana lebih ambisius lagi tentang lingkungan," pungkas Longgena.
Pernyataan itu dikatakan Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting. Menurutnya, masalah lingkungan dinilai akan mempengaruhi nasib generasi mendatang.
Longgena mengungkapkan, ada empat isu utama yang menurut pihaknya harus menjadi fokus perhatian kedua kandidat capres-cawapres.
Pertama, isu hutan dan lahan gambut. Menurut Longgena, saat ini sudah muncul titik api di Riau. Pihaknya memprediksi, tahun depan akan terjadi kebakaran hutan 5-10 juta hektare di Indonesia.
"Ini peristiwa menahun, tahun kering berkepanjangan. Kami prediksi ada kebakaran besar seperti 1997 lalu, di mana Indonesia menyumbang emisi terbesar di dunia saat itu," ujar Longgena di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).
Menurut Longgena, penyelesaian kebakaran hutan seharusnya menjadi prioritas pemerintah. Begitu juga saat terjadi kekeringan dan banjir yang kuncinya adalah pada penyelamatan lahan gambut. "Perlindungan lahan gambut harus total," imbuhnya.
Kedua, isu air. Menurut catatan Greenpeace saat ini, ada sebesar 119.000 orang tidak mendapatkan akses terhadap air bersih. "Selama ini pemerintah hanya mengatur pembuangan air ke sungai, tapi tidak dikasih tahu apa saja yang boleh dibuang," ujar Longgena.
Ketiga, isu overfishing dan pencemaran laut. Selama ini sering terjadi overfishing di laut Indonesia yang dilakukan oleh kapal-kapal besar dari luar negeri. "Sementara, pencemaran air laut merupakan ancaman bagi ekosistem laut Indonesia yang menjadi lumbung protein dalam negeri," ucapnya.
Keempat, perubahan iklim dan energi. Longgena berharap, kedua kandidat berkomitmen untuk beralih menggunakan energi terbarukan, mengingat Indonesia memiliki sumber daya dan peluang untuk leading dalam mengoptimalkan energi terbarukan.
"Pada debat kandidat dengan tema pangan, energi dan lingkungan yang dilaksanakan 5 Juli 2014 nanti, kami ingin melihat ada komitmen dan rencana lebih ambisius lagi tentang lingkungan," pungkas Longgena.
(maf)