Prabowo & Jokowi Ditantang Jabarkan Komitmen Soal Lingkungan
Kamis, 19 Juni 2014 - 13:52 WIB
Prabowo & Jokowi Ditantang Jabarkan Komitmen Soal Lingkungan
A
A
A
JAKARTA - Organisasi lingkungan Greenpeace mendesak pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa serta Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), untuk menyampaikan komitmen yang lebih kuat dalam perlindungan dan penyelamatan lingkungan.
Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting menyampaikan, komitmen itu bisa dijabarkan dalam debat kandidat capres-cawapres, mengenai pangan, energi, dan lingkungan, pada 5 Juli 2014.
Longgena mengatakan, masukan serta kritik langsung mengenai visi-misi kedua pasangan capres-cawapres, dinilainya masih mengandalkan pendekatan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) dalam menopang pertumbuhan ekonomi, tanpa membangun prinsip keberlanjutan dan keadilan lingkungan di dalamnya.
"Usai pertemuan dengan pihak kedua capres ini kami berharap, dapat mendengar komitmen yang lebih kuat dalam perlindungan dan penyelamatan lingkungan," ujar Longgena di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).
Longgena mengungkapkan, meski visi misi Prabowo-Hatta serta Jokowi-JK telah mencakup beberapa fokus isu lingkungan, namun belum menggambarkan strategi dan target yang cukup kuat dalam perlindungan iklim, hutan, laut, serta perlindungan lingkungan dari polusi bahan kimia berbahaya.
Sebagai contoh, untuk isu pencemaran, pasangan Prabowo-Hatta dalam visi misinya ingin mengintensifkan industri hilir menggunakan bahan kimia berbahaya dan atau berpotensi melepaskannya ke lingkungan.
"Walaupun mereka memiliki program untuk mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan, namun tanpa komitmen untuk menuju nol pembuangan semua bahan kimia berbahaya, maka generasi masa depan Indonesia akan tetap terancam oleh dampak dari bahan kimia berbahaya," ujar Longgena.
Sementara itu, pasangan Jokowi-JK berencana meningkatkan penggunaan energi batu bara yang merupakan kontributor terbesar terhadap emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. "Padahal salah satu agenda dalam visi misinya adalah mengatasi perubahan iklim global," ujarnya.
"Dalam Sembilan Agenda Prioritas Jokowi-JK, salah satunya akan fokus pada pemberantasan penebangan liar. Meski tampak baik, tetapi jika hanya berfokus pada pemberantasan pembalakan liar saja, tidak akan menghentikan praktik perusakan hutan dan persoalan pengelolaan SDA," imbuh Longgena.
Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting menyampaikan, komitmen itu bisa dijabarkan dalam debat kandidat capres-cawapres, mengenai pangan, energi, dan lingkungan, pada 5 Juli 2014.
Longgena mengatakan, masukan serta kritik langsung mengenai visi-misi kedua pasangan capres-cawapres, dinilainya masih mengandalkan pendekatan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) dalam menopang pertumbuhan ekonomi, tanpa membangun prinsip keberlanjutan dan keadilan lingkungan di dalamnya.
"Usai pertemuan dengan pihak kedua capres ini kami berharap, dapat mendengar komitmen yang lebih kuat dalam perlindungan dan penyelamatan lingkungan," ujar Longgena di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).
Longgena mengungkapkan, meski visi misi Prabowo-Hatta serta Jokowi-JK telah mencakup beberapa fokus isu lingkungan, namun belum menggambarkan strategi dan target yang cukup kuat dalam perlindungan iklim, hutan, laut, serta perlindungan lingkungan dari polusi bahan kimia berbahaya.
Sebagai contoh, untuk isu pencemaran, pasangan Prabowo-Hatta dalam visi misinya ingin mengintensifkan industri hilir menggunakan bahan kimia berbahaya dan atau berpotensi melepaskannya ke lingkungan.
"Walaupun mereka memiliki program untuk mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan, namun tanpa komitmen untuk menuju nol pembuangan semua bahan kimia berbahaya, maka generasi masa depan Indonesia akan tetap terancam oleh dampak dari bahan kimia berbahaya," ujar Longgena.
Sementara itu, pasangan Jokowi-JK berencana meningkatkan penggunaan energi batu bara yang merupakan kontributor terbesar terhadap emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. "Padahal salah satu agenda dalam visi misinya adalah mengatasi perubahan iklim global," ujarnya.
"Dalam Sembilan Agenda Prioritas Jokowi-JK, salah satunya akan fokus pada pemberantasan penebangan liar. Meski tampak baik, tetapi jika hanya berfokus pada pemberantasan pembalakan liar saja, tidak akan menghentikan praktik perusakan hutan dan persoalan pengelolaan SDA," imbuh Longgena.
(maf)