BKKBN Nilai Implan Lebih Efektif Tekan Angka Kelahiran

Rabu, 18 Juni 2014 - 15:33 WIB
BKKBN Nilai Implan Lebih...
BKKBN Nilai Implan Lebih Efektif Tekan Angka Kelahiran
A A A
JAKARTA - Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu solusi untuk mengendalikan ledakan penduduk dan menekan Angka Kematian Ibu (AKI). Namun, masih terdapat banyak hambatan dalam pelaksanaan program KB, terutama di daerah-daerah.

Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian ibu tahun 2012, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sedang menerapkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Julianto Witjaksono mengatakan, metode tersebut jauh lebih efektif dalam menekan angka kelahiran, melalui penggunaan alat kontrasepsi implan.

“Implan merupakan salah satu alat kontrasepsi yang dinilai efektif dan bisa menjadi unggulan dalam mendukung program Keluarga Berencana,” kata Julianto dalam siaran persnya, Rabu (18/6/2014).

Julianto menjelaskan, dibandingkan dengan sterilisasi (tubektomi), pemakaian implan efektif untuk mencegah kehamilan dengan minim tingkat kegagalan pemakaian pada wanita. “Dari 100 wanita yang menggunakan pemasangan implan, kegagalan hanya mencapai 0,05 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut Julianto menungkapkan, saat ini sudah tersedia implan dalam bentuk satu batang sehingga lebih praktis. Kontrasepsi berbentuk batang berukuran kurang dari 3 cm ini akan dimasukkan ke kulit bagian dalam lengan untuk mencegah kehamilan selama tiga tahun.

“Jika diimplankan secara benar, metode kontrasepsi implan ini memiliki efektivitas sampai 99 persen dengan tingkat kegagalan hanya satu dari 100 wanita yang menggunakannya,” ungkapnya.

Menurutnya, implan alat kontrasepsi yang praktis dan efektif. Dengan implan tidak ada lagi faktor lupa dan sangat cocok untuk wanita yang tak bisa menerima asupan hormon esterogen tambahan. Alat kontrasepsi implan satu batang sama efektif dengan IUD atau spiral.

“Ini adalah salah satu metode kontrasepsi efektif jangka panjang, implant efektif mencegah kehamilan selama tiga tahun. Tingkat kegagalan lebih sedikit dibanding IUD. Sementara alat KB berupa pil dan suntikan sifatnya jangka pendek dan kerap gagal, karena faktor lupa,” tuturnya.

Karena itulah, sambung Julianto, setiap ibu yang baru melahirkan kini diarahkan untuk memilih kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implan. "Kontrasepsi ini praktis dan memiliki efektivitas cukup tinggi," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Layanan KB...
Tingkatkan Layanan KB Lewat Inovasi, Kemendukbangga/BKKBN Berikan Apresiasi
Kesetaraan Gender dalam...
Kesetaraan Gender dalam Ber-KB
Gandeng TNI, Baksos...
Gandeng TNI, Baksos KB Dilaksanakan di Kota Parepare
Kota Parepare Terbaik...
Kota Parepare Terbaik Nasional Pendataan Keluarga 2021
Perempuan Masih Enggan...
Perempuan Masih Enggan Menggunakan Alat Kontrasepsi, Ini Kata DKT Indonesia
Jelang Hari Keluarga...
Jelang Hari Keluarga Nasional, Pelayanan KB Serentak se-Indonesia Merambah Perbatasan RI-Australia
Berita Terkini
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved