Alasan Kubu Prabowo-Hatta Laporkan Iklan Jamu Ojo Dumeh
Selasa, 17 Juni 2014 - 15:02 WIB
Alasan Kubu Prabowo-Hatta Laporkan Iklan Jamu Ojo Dumeh
A
A
A
JAKARTA - Tim advokasi pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa membeberkan alasan kenapa pihaknya mengaku menyesalkan penayangan iklan jamu Tolak Angin Bintang Toedjoe yang diduga pemeran iklan menampilkan sosok mirip Capres Joko Widodo (Jokowi).
Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman mengatakan, selain diduga sebagai kampanye terselubung, penayangan iklan itu dinilai menguntungkan salah satu calon pasangan tertentu.
"Pemakaian kemeja kotak-kota merah, putih biru oleh Jokowi di kertas suara membawa konsekuensi motif kemeja tersebut menjadi atribut resmi yang tidak bisa dipakai pada kesempatan tertentu," ujar Habiburokhman, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Atas penayangan iklan tersebut, tim advokasi Prabowo-Hatta juga meminta kepada perusahaan iklan jamu PT Bintang Toedjoe agar menentukan sikap tegas, jika ingin bersikap politik mendukung salah satu capres dan cawapres. Hal itu, kata Habib, agar tidak merugikan salah satu pasangan.
"Harus jelas sikap politik mereka, jika mau dukung Jokowi ya sampaikan secara terbuka dengan iklan yang murni dan jelas kampanye," tambahnya.
Berikut tiga alasan tim Prabowo-Hatta sesalkan penanyangan iklan produk jamu yang pemeran diduga mirip Jokowi antara lain,
1. Pemeran iklan tersebut memakai kemeja kotak-kotak yang motifnya digunakan Jokowi di surat suara. Kita ketahui bahwa kemeja kotak-kotak itu digunakan Jokowi dalam foto yang dicantumkan dalam surat suara.
2. Pemeran iklan tersebut secara vulgar menyampaikan gestur yang menunjukkan dukungan dia kepada capres nomor 2 Jokowi dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah secara bersamaan menyimpulkan nomor urut Jokowi dalam pilpres yakni nomor 2.
3. Pemeran iklan tersebut menyampaikan pesan-pesan yang secara umum berisi ajakan memilih capres nomor 2.
Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman mengatakan, selain diduga sebagai kampanye terselubung, penayangan iklan itu dinilai menguntungkan salah satu calon pasangan tertentu.
"Pemakaian kemeja kotak-kota merah, putih biru oleh Jokowi di kertas suara membawa konsekuensi motif kemeja tersebut menjadi atribut resmi yang tidak bisa dipakai pada kesempatan tertentu," ujar Habiburokhman, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Atas penayangan iklan tersebut, tim advokasi Prabowo-Hatta juga meminta kepada perusahaan iklan jamu PT Bintang Toedjoe agar menentukan sikap tegas, jika ingin bersikap politik mendukung salah satu capres dan cawapres. Hal itu, kata Habib, agar tidak merugikan salah satu pasangan.
"Harus jelas sikap politik mereka, jika mau dukung Jokowi ya sampaikan secara terbuka dengan iklan yang murni dan jelas kampanye," tambahnya.
Berikut tiga alasan tim Prabowo-Hatta sesalkan penanyangan iklan produk jamu yang pemeran diduga mirip Jokowi antara lain,
1. Pemeran iklan tersebut memakai kemeja kotak-kotak yang motifnya digunakan Jokowi di surat suara. Kita ketahui bahwa kemeja kotak-kotak itu digunakan Jokowi dalam foto yang dicantumkan dalam surat suara.
2. Pemeran iklan tersebut secara vulgar menyampaikan gestur yang menunjukkan dukungan dia kepada capres nomor 2 Jokowi dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah secara bersamaan menyimpulkan nomor urut Jokowi dalam pilpres yakni nomor 2.
3. Pemeran iklan tersebut menyampaikan pesan-pesan yang secara umum berisi ajakan memilih capres nomor 2.
(kri)