Laskar Muda Dunia Jatuhkan Pilihan untuk Prabowo-Hatta
Rabu, 11 Juni 2014 - 14:34 WIB
Laskar Muda Dunia Jatuhkan Pilihan untuk Prabowo-Hatta
A
A
A
YOGYAKARTA - Relawan Laskar Muda Dunia (Maju Damai Duta Niaga) sepakat menjatuhkan pilihan capres-cawapres pada pasangan nomor urut 1, Prabowo-Hatta. Mereka merupakan kumpulan perniagaan dan pertokoan, mulai dari karyawan, manager, hingga pemilik toko yang berada di Yogyakarta.
Anggota dari Laskar Muda Dunia itu hanya sekira 350 orang yang tersebar di berbagai tempat, mulai di kawasan Jalan Malioboro, Jalan Taman Siswa, Jalan Ahmad Dahlan, hingga masih banyak lainnya. Mereka mendeklarasikan dukungan itu di Rumah Merah Putih DIY, Jalan Patimura Nomor 1 Kotabaru, Yogyakarta, tadi malam, Selasa, 10 Juni 2014.
"Kita tidak hanya sekadar deklarasi saja, tapi menggalang suara untuk pemenangan Prabowo-Hatta. Menyakinkan orang lain, minimal orang dekat kita untuk memilih capres nomor 1," kata koordinator Laskar Muda Dunia Adam Yulianto kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (11/6/2014).
Prabowo, kata Yulianto, memiliki peran cukup besar untuk perubahan Indonesia agar lebih baik, lebih dahsyat, dan lebih bermartabat. Visi-misi yang disampaikan Prabowo memberi pencerahan demi kepentingan bangsa yang lebih besar dari pada golongan maupun parpol.
"Kami dari komunitas generasi muda penggerak niaga juga memiliki peran dalam perubahan dari berbagai sektor, tentunya dari sisi perekonomian serta kesejahteraan," ujarnya.
Ketua Umum Tim Pemenangan Prabowo-Hatta DIY, Herry Zudianto mengaku gembira atas dukungan tersebut. Mantan Wali Kota Yogyakarta dua periode 2001-2006 dan 2006-2011 itu mengingatkan supaya tidak terjebak pada hak asasi manusia (HAM) sebatas pada hak berpolitik (memilih atau dipilih).
Herry menegaskan bahwa memperoleh akses ekonomi yang layak juga merupakan HAM di negeri ini. Dia menyentil masih banyak masyarakat belum mendapatkan ekonomi yang layak, sehingga harus rela hijrah ke negara asing untuk mencukupi kebutuhan hidup.
"Ada ribuan TKI ke luar negeri sebagai pembantu dan pekerja kasar. Mereka di sini, Indonesia, rumah kita sendiri tidak memperoleh hak bekerja sehingga pergi keluar negeri," katanya.
Dilanjutkannya, bangsa ini akan lebih bermartabat jika rakyatnya sudah tercukupi hak ekonomi. Mereka tidak perlu mengais rejeki di negeri orang, jika pemerintah memenuhi ketercukupan ekonomi.
"Miris rasanya kalau mendengar pembantu di luar negeri disiksa, dipenjara, hingga dihukum karena melakukan kejahatan. Itu semua membuat bangsa kita tidak memiliki martabat, tidak berwibawa dihadapan bangsa lain meski penduduknya jauh lebih sedikit dari bumi nusantara," ujarnya.
Herry menambahkan, visi dan misi yang diusung Parbowo-Hatta menjadikan bangsa ini bermartabat, berdiri tegak di kaki sendiri. Artinya, tak perlu lagi menjadi pengemis di luar negeri.
"Ketercukupan sandang, pangan, papan, serta sumber daya alam bisa diakses rakyat untuk kemakmuran rakyat. Itu semua supaya kita tidak lari ke negara lain," ujarnya.
Anggota dari Laskar Muda Dunia itu hanya sekira 350 orang yang tersebar di berbagai tempat, mulai di kawasan Jalan Malioboro, Jalan Taman Siswa, Jalan Ahmad Dahlan, hingga masih banyak lainnya. Mereka mendeklarasikan dukungan itu di Rumah Merah Putih DIY, Jalan Patimura Nomor 1 Kotabaru, Yogyakarta, tadi malam, Selasa, 10 Juni 2014.
"Kita tidak hanya sekadar deklarasi saja, tapi menggalang suara untuk pemenangan Prabowo-Hatta. Menyakinkan orang lain, minimal orang dekat kita untuk memilih capres nomor 1," kata koordinator Laskar Muda Dunia Adam Yulianto kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (11/6/2014).
Prabowo, kata Yulianto, memiliki peran cukup besar untuk perubahan Indonesia agar lebih baik, lebih dahsyat, dan lebih bermartabat. Visi-misi yang disampaikan Prabowo memberi pencerahan demi kepentingan bangsa yang lebih besar dari pada golongan maupun parpol.
"Kami dari komunitas generasi muda penggerak niaga juga memiliki peran dalam perubahan dari berbagai sektor, tentunya dari sisi perekonomian serta kesejahteraan," ujarnya.
Ketua Umum Tim Pemenangan Prabowo-Hatta DIY, Herry Zudianto mengaku gembira atas dukungan tersebut. Mantan Wali Kota Yogyakarta dua periode 2001-2006 dan 2006-2011 itu mengingatkan supaya tidak terjebak pada hak asasi manusia (HAM) sebatas pada hak berpolitik (memilih atau dipilih).
Herry menegaskan bahwa memperoleh akses ekonomi yang layak juga merupakan HAM di negeri ini. Dia menyentil masih banyak masyarakat belum mendapatkan ekonomi yang layak, sehingga harus rela hijrah ke negara asing untuk mencukupi kebutuhan hidup.
"Ada ribuan TKI ke luar negeri sebagai pembantu dan pekerja kasar. Mereka di sini, Indonesia, rumah kita sendiri tidak memperoleh hak bekerja sehingga pergi keluar negeri," katanya.
Dilanjutkannya, bangsa ini akan lebih bermartabat jika rakyatnya sudah tercukupi hak ekonomi. Mereka tidak perlu mengais rejeki di negeri orang, jika pemerintah memenuhi ketercukupan ekonomi.
"Miris rasanya kalau mendengar pembantu di luar negeri disiksa, dipenjara, hingga dihukum karena melakukan kejahatan. Itu semua membuat bangsa kita tidak memiliki martabat, tidak berwibawa dihadapan bangsa lain meski penduduknya jauh lebih sedikit dari bumi nusantara," ujarnya.
Herry menambahkan, visi dan misi yang diusung Parbowo-Hatta menjadikan bangsa ini bermartabat, berdiri tegak di kaki sendiri. Artinya, tak perlu lagi menjadi pengemis di luar negeri.
"Ketercukupan sandang, pangan, papan, serta sumber daya alam bisa diakses rakyat untuk kemakmuran rakyat. Itu semua supaya kita tidak lari ke negara lain," ujarnya.
(kri)