Prabowo Diterpa Isu HAM, Fadli Zon Menanggapi

Senin, 09 Juni 2014 - 20:19 WIB
Prabowo Diterpa Isu...
Prabowo Diterpa Isu HAM, Fadli Zon Menanggapi
A A A
JAKARTA - Penggunaan isu HAM dalam kampanye politik jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dinilai sebagai alat untuk menyudutkan salah satu kubu capres-cawapres.

Diberitakan sebelumnya, capres nomor urut dua Joko Widodo menyatakan, aktivis buruh yang hilang saat peristiwa 98 Wiji Tukul, harus ditemukan. Pernyataan ini diduga untuk menyindir capres Prabowo Subianto.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Pemenangan Koalisi Merah Putih Fadli Zon berkomentar. "Saya setuju tapi apa urusannya, itu kan saya kira dikorek saja. Almarhum Munir meninggal pada zaman pemerintahan Megawati Soekarnoputri, dan orang-orang di kubu sanalah yang paling tahu," ujar politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon, di Rumah Polonia, Cipinang Cimpedak, Jakarta Timur, Senin (9/6/2014) sore.

Menurutnya, selama ini isu HAM hanya dijadikan komoditas politik. Fadli setuju jika seluruh aktivis politik yang hilang saat 98 harus ditemukan dan pelakunya wajib diadili.

"Harus ditemukan ya ditemukan. Saya setuju kalau harus ditemukan termasuk dengan kasus-kasus yang lain. Tapi ini jangan dijadikan alat politik, selama ini kan selalu masalah HAM seolah-olah mengarah ke kami. Pak Prabowo tidak terlibat masalah HAM apapun," tegas Fadli.

Terkait isu HAM yang selama ini menyudutkan Prabowo, Fadli mengaku pihaknya tidak merasa tersudut. Ia menyesalkan hingga saat ini kubu Jokowi berulangkali menghembuskan isu tersebut ke ruang publik. Menurutnya, kubu Jokowi harus mengklarifikasi hal tersebut kepada Megawati yang saat 2009 lalu maju dalam Pilpres didampingi Prabowo.

"Bu Mega mengatakan sendiri tidak ada masalah HAM dengan Pak Prabowo. Jadi saya kira mereka seharusnya menghentikan hal seperti itu karena mereka ibarat memukul air di dulang memercik ke muka sendiri. Jadi mereka semua harus ngaca, bercermin dalam soal HAM," pungkas Fadli.
(hyk)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved