Jangan Berlebihan Tanggapi Pidato Capres

Rabu, 04 Juni 2014 - 15:49 WIB
Jangan Berlebihan Tanggapi...
Jangan Berlebihan Tanggapi Pidato Capres
A A A
JAKARTA - Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk mengaku heran dengan hebohnya tanggapan pidato singkat calon presiden (capres) dalam deklarasi damai pasangan capres pada Selasa (3/6/2014) malam.

Menurut dia, komentar terkait pidato Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) sudah berlebihan dan menghabiskan energi. Padahal kesadaran umum di masyarakat dalam melihat pemimpin pasti komprehensif, tidak sekadar dilihat dari bagaimana pidatonya. "Terlalu genit membahas pidato berjam-jam," kata Hamdi Muluk, Rabu (4/6/2014).

Hamdi menilai baik yang disampaikan Prabowo maupun Jokowi dalam pidato di acara deklarasi damai sama-sama normatif, dan tidak merefleksikan apapun.

Menurut dia, Prabowo dalam pidatonya memberikan intro soal pemilu sebagai ujung demokrasi, dan bagaimana demokrasi tetap menghadirkan kesejukan, lalu ditutup dengan sikap siap menerima apapun hasilnya.

Begitu juga dengan pidato Jokowi yang menekankan agar demokrasi ini menghadirkan kegembiraan, bukan intimidasi dan ketakutan. Sama seperti Prabowo, Jokowi juga menutup dengan sikap siap menghormati dan menerima kehendak rakyat.

Oleh karena itu, kata dia, jangan menghabiskan energi untuk mengomentari. Hamdi menilai respons kubu Prabowo yang memuji pidato calonnya tidak akan terlalu berpengaruh. Demikian juga penilaian mereka bahwa pidato Jokowi tidak bermutu.

"Kalau intonasi dan gestur ya memang bagus, tetapi rakyat juga akan melihat secara komprehensif mana pemimpin yang hanya pintar berpidato, mana pemimpin yang bekerja," ujarnya.

Dan untuk kubu Jokowi, lanjut dia, juga tidak perlu mengomentari pidato tersebut secara berlebihan. Hamdi meyakinkan bahwa saat ini masyarakat sudah cerdas dalam melihat calon pemimpinnya.

"Masyarakat akan melihat calon pemimpin yang akan dipilih dari semua sudut. Bagaiamna kepribadiannya, keluarganya, yang tidka ada kontroversi di masa lalu, dan apa yang sudah dikerjakan. Jadi tidak hanya yang pintar pidato," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Rusia Peringatkan Jangan...
Rusia Peringatkan Jangan Uji Kesabarannya untuk Gunakan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved