Jokowi Tekankan Pentingnya Perbaikan Kualitas Pendidikan
Kamis, 29 Mei 2014 - 02:38 WIB
Jokowi Tekankan Pentingnya Perbaikan Kualitas Pendidikan
A
A
A
JAKARTA - Memperbaiki daya saing suatu negara harus dimulai dari pendidikannya. Begitu kata calon presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.
"Negara-negara besar dapat meloncat maju karena melakukan pembangunan manusianya, bukan fisiknya," ujarnya diiringi gemuruh tepuk tangan hadirin dalam acara Deklarasi dan Pengukuhan Jaringan Pelajar Nahdliyin (JPN) untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla di Gedung Pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2014) malam.
Jokowi yang disambut shalawat badar oleh seribu pelajar nahdliyin menambahkan, selama ini pemerintah lupa terhadap pembangunan sumber daya manusia yang tangguh dan siap bersaing dengan negara lain. "Kita selalu bicara infrastruktur, ekonomi kita tumbuh, tapi kita lupa membangun pendidikan," kata Jokowi.
Ke depan, jika ide revolusi mental diimplementasikan dalam dunia pendidikan, Jokowi mengungkapkan, pendidikan tersebut akan berfokus pada membangun karakter yang kuat, mental tidak takut bersaing dan akhlak yang baik. Jika hal tersebut dilakukan, yang muncul kemudian adalah produktivitas manusia Indonesia yang baik. Dan, akhirnya manusia Indonesia bisa bersaing dengan manusia dari negara lain.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan, agar menjadi bangsa yang mandiri, Indonesia harus fokus membangun sektor pangan dan energi. Kenapa pangan? Ia menilai Indonesia adalah negara agraris. Masyarakat NU juga dekat dengan budaya agraris. "Seharusnya kita bisa produksi segala macam bahan pangan secara mandiri, bukan impor," ujarnya.
Menurut Jokowi, Indonesia harus fokus membangun pendidikan yang dapat menopang sektor agraris (khususnya pangan) dan energi. "Cetak tenaga-tenaga ahli di sektor pertanian dan energi, agar kita menjadi bangsa yang berdaulat," pungkasnya.
"Negara-negara besar dapat meloncat maju karena melakukan pembangunan manusianya, bukan fisiknya," ujarnya diiringi gemuruh tepuk tangan hadirin dalam acara Deklarasi dan Pengukuhan Jaringan Pelajar Nahdliyin (JPN) untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla di Gedung Pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2014) malam.
Jokowi yang disambut shalawat badar oleh seribu pelajar nahdliyin menambahkan, selama ini pemerintah lupa terhadap pembangunan sumber daya manusia yang tangguh dan siap bersaing dengan negara lain. "Kita selalu bicara infrastruktur, ekonomi kita tumbuh, tapi kita lupa membangun pendidikan," kata Jokowi.
Ke depan, jika ide revolusi mental diimplementasikan dalam dunia pendidikan, Jokowi mengungkapkan, pendidikan tersebut akan berfokus pada membangun karakter yang kuat, mental tidak takut bersaing dan akhlak yang baik. Jika hal tersebut dilakukan, yang muncul kemudian adalah produktivitas manusia Indonesia yang baik. Dan, akhirnya manusia Indonesia bisa bersaing dengan manusia dari negara lain.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan, agar menjadi bangsa yang mandiri, Indonesia harus fokus membangun sektor pangan dan energi. Kenapa pangan? Ia menilai Indonesia adalah negara agraris. Masyarakat NU juga dekat dengan budaya agraris. "Seharusnya kita bisa produksi segala macam bahan pangan secara mandiri, bukan impor," ujarnya.
Menurut Jokowi, Indonesia harus fokus membangun pendidikan yang dapat menopang sektor agraris (khususnya pangan) dan energi. "Cetak tenaga-tenaga ahli di sektor pertanian dan energi, agar kita menjadi bangsa yang berdaulat," pungkasnya.
(zik)