Magnet Mahfud Lebih Kuat Dibanding Khofifah

Rabu, 28 Mei 2014 - 18:30 WIB
Magnet Mahfud Lebih...
Magnet Mahfud Lebih Kuat Dibanding Khofifah
A A A
SURABAYA - Masuknya Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa sebagai salah satu Tim Sukses pasangan Jokowi-JK, tidak membawa dampak yang signifikan di Jawa Timur (Jatim).

Hal itu berbeda ketika perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim beberapa waktu lalu. 'Khofifah Effect' berdampak sangat signifikan terhadap perolehan suara.

Direktur Pusat Demokrasi dan HAM (Pusdeham) Universitas Airlangga Muhammad Asfar mengatakan, pengaruh Khofifah saat pilgub tak berbanding lurus dengan saat pilpres.

"Saat pemilihan gubernur, Khofifah berjuang untuk dirinya sendiri. Warga NU yang memilih Khofifah memiliki cukup ikatan kuat. Apalagi Khofifah memiliki pemilih setia sejak pemilihan gubernur 2008," kata Asfar di Surabaya, Rabu (28/5/2014).

Kata Asfar, justru pengaruh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang lebih signifikan. Setidaknya, di wilayah Madura dan Tapal Kuda sudah terlihat jelas.

Kata Asfar, saat Pilgub Jatim itu, Khofifah berjuangan untuk dirinya sendiri dan warga NU yang memilih Khofifah memiliki pemilih setia sejak Pilgub 2008. Kondisi itu berbeda ketika Pilpres ini. Khofifah memperjuangkan sosok lain.

Asfar juga mengatakan, pada Pemilu 2009 lalu bersama KH Hasym Muzadi (mantan Ketua PBNU) bergerak kesana-emari mendukung pasangan Jusuf Kalla-Wiranto. Bahkan, akibat manuver itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri sempat marah besar karena Khofifah tidak mendukung dirinya yang berpasangan dengan Prabowo Subianto.

"Warga NU paham kok mana tokoh yang bergerak untuk umat dan yang bergerak untuk diri sendiri. Jangan dikira warga NU tidak cerdas. Indikasinya mereka tidak mudah digerakkan. Mereka bisa mengkalkulasi," jelasnya.

Sementara itu, Mahfud MD justru lebih terasa di tapal kuda dan Madura. Wilayah tersebut merupakan basis kuat pendukung Mahfud. Berdasarkan survei nasional, menurut Asfar, elektabilitas Mahfud mencapai empat persen, lebih tinggi daripada Dahlan Iskan.

"Banyak pendukung Mahfud yang kecewa dengan Partai Kebangkitan Bangsa (yang saat ini berada di koalisi partai pendukung Jokowi-JK). PKB dianggap mencederai komitmen dengan Mahfud, mengkhianati Mahfud. GusDurian juga banyak yang kecewa," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved