Perlu Evaluasi Sosialisasi BPJS Kesehatan Minim

Selasa, 27 Mei 2014 - 15:42 WIB
Perlu Evaluasi Sosialisasi...
Perlu Evaluasi Sosialisasi BPJS Kesehatan Minim
A A A
JAKARTA - Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai masih bermasalah. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nasional (UI) Hasbullah Thabrany mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dinilai masih kurang.

Menurut dia, terdapat ancaman bagi pengelola rumah sakit (RS), terkait sistem tarif Indonesia Case Base Groups (Ina CBGs) yang disamapaikan BPJS kesehatan yang masih bervariasi. Menurutnya, sosialisasi tersebut belum seragam, sehingga banyak menimbulkan keluhan.

"Saya masih kasih nilai D untuk sosialisasi yang dilakukan BPJS kesehatan. Sampai sekarang masih banyak komunikasi yang belum efektif ke pasien, dokter dan tenaga kesehatan lainya urusan JKN," kata Hasbullah saat ditemui wartawan, Jakarta, Selasa (27/5/2014).

Hasbullah mengungkapkan, sengan sistem Ina CBGs, belum dapat dirasakan kepuasan yang dirasakan pasien maupun dokter. Maka sosialisasi yang efektif harus dilakukan BPJS kesehatan lebih maksimal.

Selain masalah Ina CBGs, sistem pengambilan obat juga menjadi masalah. Pemerintah harus memberi kebijakan untuk obat kronis diberikan selama satu bulan, baik itu dari RS maupun Puskesmas. "Misalnya untuk penyakit hipertensi dapat diberikan selama sebulan. Itu jenis obat yang harus dikonsumsi," ucapnya.

Sistem pengambilan obat kronis yang juga menjadi masalah, karena tidak harus mengambil obat kronis di apotek milik BUMN. Seharusnya obat tersebut diserahkan kepada klinik-klinik yang memiliki apoteker.

Kebijakan ini membuat keluhan dan masalah di tengah masyarakat. Karena tidak semua apotek milik BUMN dekat Puskesmas. Maka, BPJS kesehatan harus memiliki pola baru dalam pemberian obat dalam era JKN.

"Klinik Puskesmaskan ada apotekernya. BPJS kesehatan tidak boleh memiliki kerjasama dengan BUMN karena BPJS kesehatan adalah milik masyatakat bukan milik BUMN lagi," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Hati-hati, Ini 5 Efek...
Hati-hati, Ini 5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved