Hasyim minta Kampanye Negatif Lewat Isu Agama Diabaikan

Jum'at, 23 Mei 2014 - 19:42 WIB
Hasyim minta Kampanye...
Hasyim minta Kampanye Negatif Lewat Isu Agama Diabaikan
A A A
DEPOK - Setiap kali pemilukada ataupun pemilu, isu agama masih laku untuk dijual dan kerap kali menjadi kampanye hitam bagi setiap lawan politik. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi mengatakan isu SARA sampai saat ini masih sering digulirkan.

"Namun sering tak sesuai dengan apa yang sesungguhnya, tak usah dibalas, dinetralisir saja. CV tiap calon sebar saja kasih ke wartawan, baik kasih CV pasangan satu dan lainnya," tegasnya di kediamannya di Jalan H Amat, Beji, Depok, Jumat (23/5/2014).

Masalah agama, lanjut Hasyim, tak berbicara tentang satu kelompok agama, tetapi nilai yang diperjuangkan. Maka yang penting nilai nasionalisme dan nilai Islamisme menjadi perjuangan bersama-sama.

"Banyak kelompok Islam tapi tak Islam, bawa nama Islam tapi tak bawa nilai. Jadinya kacau. Partai pun tak mewakili seluruh sikap," ungkapnya.

Hasyim menegaskan, setiap agama prinsipnya sama-sama mengajarkan kebaikan. "Namun orang nakal ada dimana-mana, agama tak membolehkan orang nakal, meskipun ia beragama. Yang sebangun hanya Rasulullah, yang lain kurang lebih lah sifatnya."

"Islam kan tak menyuruh nakal, Kristen pun tak suruh nakal. Kristen di Indonesia sedikit jadi sedikit yang nakal, coba di Amerika mayoritasnya pasti banyak," tukasnya.

Ditambahkannya, Islam harus dipandang secara proporsional dan isu agama jangan dibawa ke ranah politik. "Mana yang Islam, proporsional. Yang nakal banyak karena Islam mayoritas, kriminal, pembunuhan, seksual, melanggar agama. KTP-nya islam, tetap masa jadi pelaku kejahatan seksual untuk anak," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved