DKPP Ingatkan KPU dan Bawaslu Jaga Netralitas di Pilpres
Jum'at, 23 Mei 2014 - 17:36 WIB
DKPP Ingatkan KPU dan Bawaslu Jaga Netralitas di Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar mengintruksikan bawahannya masing-masing untuk bersikap netral pada Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.
Sebab, Jimly menilai, pilpres yang hanya diikuti pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bakal berlangsung sengit. Maka, penyelenggara pemilu harus tetap menjaga netralitasnya.
"Tapi saya ingatkan dua peserta ini nampaknya sama kuat. Oleh karena sama kuat, maka ini pasti pertarungan habis-habisan," ungkap Jimly, di Kantor DKPP, Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Jimly melanjutkan, dua pasang bakal capres dan cawapres yang diusung masing-masing partai koalisi selain berharap bisa memenangkan Pilpres 2014, pada praktiknya cenderung melibatkan tingkat emosional yang cukup tinggi.
"Saya sangat menekankan pentingnya penyelengara pemilu KPU dan Bawalsu seluruh jajaran di seluruh Indonesia untuk betul-betul bersikap netral," ujarnya.
Untuk meminta penyelenggara pemilu bersikap netral, kata Jimly, sebaiknya KPU dan Bawaslu tidak 'bermain mata' kepada salah satu peserta pemilu. Sebab, proses pelaksanaan pilpres bakal semakin diawasi masyarakat luas yang berharap berjalan lebih baik di banding Pileg 9 April lalu.
"Dua-duanya harus dilayani dengan sebaik-baiknya. Maka kita harus jaga jarak yang sama dari kedua pasangan ini," tutup mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) ini.
Sebab, Jimly menilai, pilpres yang hanya diikuti pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bakal berlangsung sengit. Maka, penyelenggara pemilu harus tetap menjaga netralitasnya.
"Tapi saya ingatkan dua peserta ini nampaknya sama kuat. Oleh karena sama kuat, maka ini pasti pertarungan habis-habisan," ungkap Jimly, di Kantor DKPP, Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Jimly melanjutkan, dua pasang bakal capres dan cawapres yang diusung masing-masing partai koalisi selain berharap bisa memenangkan Pilpres 2014, pada praktiknya cenderung melibatkan tingkat emosional yang cukup tinggi.
"Saya sangat menekankan pentingnya penyelengara pemilu KPU dan Bawalsu seluruh jajaran di seluruh Indonesia untuk betul-betul bersikap netral," ujarnya.
Untuk meminta penyelenggara pemilu bersikap netral, kata Jimly, sebaiknya KPU dan Bawaslu tidak 'bermain mata' kepada salah satu peserta pemilu. Sebab, proses pelaksanaan pilpres bakal semakin diawasi masyarakat luas yang berharap berjalan lebih baik di banding Pileg 9 April lalu.
"Dua-duanya harus dilayani dengan sebaik-baiknya. Maka kita harus jaga jarak yang sama dari kedua pasangan ini," tutup mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) ini.
(kri)