JK Anggap Sah Kader NU Punya Pandangan Berbeda
Jum'at, 23 Mei 2014 - 16:19 WIB
JK Anggap Sah Kader NU Punya Pandangan Berbeda
A
A
A
DEPOK - Para ulama di Nahdatul Ulama (NU) memiliki pandangan yang berbeda-beda terkait pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Cawapres Jusuf Kalla (JK) saat kunjungannya ke kediaman mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi angkat bicara terkait pecahnya suara NU. JK menilai bahwa NU hanya sebuah organisasi dan para ulamanya memiliki hak masing-masing.
"Ini kan pemilu secara organisasi NU itu netral. Secara kultural tentu punya pandangan sendiri, namanya juga hak asasi orang memilih, sesuai pandangannya," jelasnya kepada wartawan di Depok, Jumat (23/5/2014).
JK menegaskan, kunjungannya ke rumah Hasyim lantaran sebagai kader NU ingin meminta dukungan. "Sebagai kader NU mesti lapor kepada kiai NU, ya tentu minta dukungan. Kyai Hasyim teman lama, sejak di pemerintahan, sama-sama di organisasi internasional," jelasnya.
Sementara itu, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menegaskan bahwa tak ada perpecahan suara di dalam NU. Sekalipun sikap Mahfud MD maupun Ketua PBNU Said Aqil Siraj mendukung Prabowo-Hatta.
"Kalau Pak Jokowi dan Pak JK pimpin Indonesia, insyaallah aman lah. Beliau berdua bukan sosok suka konflik, ini penting di tengah Indonesia saat ini. NU menyebrang enggak ada seperti itu, ini bukan soal menyebrang, itu kebebasan. Bagaimana ini masyarakat punya trust di situ kuncinya," tutup Hasyim.
Cawapres Jusuf Kalla (JK) saat kunjungannya ke kediaman mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi angkat bicara terkait pecahnya suara NU. JK menilai bahwa NU hanya sebuah organisasi dan para ulamanya memiliki hak masing-masing.
"Ini kan pemilu secara organisasi NU itu netral. Secara kultural tentu punya pandangan sendiri, namanya juga hak asasi orang memilih, sesuai pandangannya," jelasnya kepada wartawan di Depok, Jumat (23/5/2014).
JK menegaskan, kunjungannya ke rumah Hasyim lantaran sebagai kader NU ingin meminta dukungan. "Sebagai kader NU mesti lapor kepada kiai NU, ya tentu minta dukungan. Kyai Hasyim teman lama, sejak di pemerintahan, sama-sama di organisasi internasional," jelasnya.
Sementara itu, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menegaskan bahwa tak ada perpecahan suara di dalam NU. Sekalipun sikap Mahfud MD maupun Ketua PBNU Said Aqil Siraj mendukung Prabowo-Hatta.
"Kalau Pak Jokowi dan Pak JK pimpin Indonesia, insyaallah aman lah. Beliau berdua bukan sosok suka konflik, ini penting di tengah Indonesia saat ini. NU menyebrang enggak ada seperti itu, ini bukan soal menyebrang, itu kebebasan. Bagaimana ini masyarakat punya trust di situ kuncinya," tutup Hasyim.
(kri)