Kecewa dengan PKB, Kiai Jawa Dukung Mahfud ke Prabowo
Selasa, 20 Mei 2014 - 17:13 WIB
Kecewa dengan PKB, Kiai Jawa Dukung Mahfud ke Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah kiai di Jawa mengaku kecewa dengan sikap politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), khususnya Muhaimin Iskandar yang ternyata tak sepenuh hati memerjuangkan Mahfud MD sebagai pendamping Capres Joko Widodo.
Pengasuh Pesantren As-Saidiyah Jamsaren, KH Anwar Iskandar mengatakan, dengan posisi suara PKB yang berada di atas partai Nasdem dan Hanura dalam koalisi poros Jokowi, semestinya PKB memberi nilai tawar yang lebih tinggi dengan memaksimalkan posisi cawapres dari kader sendiri.
"Suara PKB itu kan nomor dua (dalam koalisi), tapi malah melempem kayak begitu. Mestinya bisa memerjuangkan kadernya sendiri menjadi Cawapres," ungkap Kiai Anwar, saat dihubungi via telepon selular, Selasa (20/5/2014).
Dia juga merasa heran dengan keputusan PKB yang menyetujui mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) untuk dipasangkan dengan Jokowi dalam pilpres mendatang.
"Wong ada kader sendiri seperti Pak Mahfud yang sudah jelas rekam jejaknya bagus, bersih, kompeten, kok malah lebih memilih kader partai lain. Orang sekaliber Pak Mahfud, punya rekam jejak dan prestasi baik, tapi PKB tak bisa diharapkan ya mau gmana lagi," sesalnya.
Oleh karena itu, dia memaklumi jika pada akhirnya Mahfud menjatuhkan pilihan menerima tawaran dari pasangan Capres Prabowo-Hatta. Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi logis yang harus dilakukan Mahfud setelah melihat PKB tak sepenuh hati memperjuangkannya dalam bursa cawapres dari poros yang ada.
"Ketika sikap PKB seperti itu, maka ada hak dia (Mahfud) bertindak untuk merealisasikan cita-citanya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara kedepan. Dan pandangan para kiai yang lain saya kira tidak akan jauh beda ya," tukasnya.
Dukungan yang sama diungkapkan Kiai Agus Masruri, Krapyak Wedomartani Yogyakarta. "Saya kira sudah selayaknya Pak Mahfud ke sana kalau melihat yang begitu mengekecewakan dilihat dari sikap PKB selama proses koalisi kemarin," tandasnya.
Ia meyakini, para kiai lain di Yogya akan memiliki pemikiran yang sama dengan mendukung langkah Mahfud MD untuk menerima tawaran pasangan Capres-Cawapres yang diusung oleh enam partai politik tersebut. "Saya yakin pandangan kiai yang lain disini sama lah ya," pungkasnya.
Pengasuh Pesantren As-Saidiyah Jamsaren, KH Anwar Iskandar mengatakan, dengan posisi suara PKB yang berada di atas partai Nasdem dan Hanura dalam koalisi poros Jokowi, semestinya PKB memberi nilai tawar yang lebih tinggi dengan memaksimalkan posisi cawapres dari kader sendiri.
"Suara PKB itu kan nomor dua (dalam koalisi), tapi malah melempem kayak begitu. Mestinya bisa memerjuangkan kadernya sendiri menjadi Cawapres," ungkap Kiai Anwar, saat dihubungi via telepon selular, Selasa (20/5/2014).
Dia juga merasa heran dengan keputusan PKB yang menyetujui mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) untuk dipasangkan dengan Jokowi dalam pilpres mendatang.
"Wong ada kader sendiri seperti Pak Mahfud yang sudah jelas rekam jejaknya bagus, bersih, kompeten, kok malah lebih memilih kader partai lain. Orang sekaliber Pak Mahfud, punya rekam jejak dan prestasi baik, tapi PKB tak bisa diharapkan ya mau gmana lagi," sesalnya.
Oleh karena itu, dia memaklumi jika pada akhirnya Mahfud menjatuhkan pilihan menerima tawaran dari pasangan Capres Prabowo-Hatta. Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi logis yang harus dilakukan Mahfud setelah melihat PKB tak sepenuh hati memperjuangkannya dalam bursa cawapres dari poros yang ada.
"Ketika sikap PKB seperti itu, maka ada hak dia (Mahfud) bertindak untuk merealisasikan cita-citanya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara kedepan. Dan pandangan para kiai yang lain saya kira tidak akan jauh beda ya," tukasnya.
Dukungan yang sama diungkapkan Kiai Agus Masruri, Krapyak Wedomartani Yogyakarta. "Saya kira sudah selayaknya Pak Mahfud ke sana kalau melihat yang begitu mengekecewakan dilihat dari sikap PKB selama proses koalisi kemarin," tandasnya.
Ia meyakini, para kiai lain di Yogya akan memiliki pemikiran yang sama dengan mendukung langkah Mahfud MD untuk menerima tawaran pasangan Capres-Cawapres yang diusung oleh enam partai politik tersebut. "Saya yakin pandangan kiai yang lain disini sama lah ya," pungkasnya.
(maf)