Tak Usung Capres, Tidak Berarti Demokrat Oposisi
Selasa, 20 Mei 2014 - 16:27 WIB
Tak Usung Capres, Tidak Berarti Demokrat Oposisi
A
A
A
JAKARTA - Jika Partai Demokrat tidak mendukung salah satu kubu capres atau bersikap netral, bukan berarti partai tersebut menjadi oposisi pada pemerintahan mendatang.
"Jika Demokrat tidak mengikuti pemilihan presiden, bukan berarti partai itu automatis akan menjadi oposisi," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA) Said Salahuddin di Jakarta, Selasa (20/05/2014).
Menurut dia, bisa saja pasangan calon terpilih nantinya justru mengajak Demokrat masuk ke dalam pemerintahan. Sebab bagaimanapun Demokrat memiliki modal 61 kursi di parlemen."Itu jumlah kursi tersebut cukup patut diperhitungkan," katanya.
Dia menandaskan, jika Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mau ikut mengusung Prabowo-Hatta, maka Demokrat hanya akan menjadi penonton Pilpres. Ini merupakan sejarah baru yang dicetak oleh Demokrat.
"Sepanjang sejarah penyelenggaraan pilpres langsung, belum pernah ada parpol pemilik kursi DPR yang absen mengusung pasangan capres-cawapres," tandasnya
"Jika Demokrat tidak mengikuti pemilihan presiden, bukan berarti partai itu automatis akan menjadi oposisi," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA) Said Salahuddin di Jakarta, Selasa (20/05/2014).
Menurut dia, bisa saja pasangan calon terpilih nantinya justru mengajak Demokrat masuk ke dalam pemerintahan. Sebab bagaimanapun Demokrat memiliki modal 61 kursi di parlemen."Itu jumlah kursi tersebut cukup patut diperhitungkan," katanya.
Dia menandaskan, jika Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mau ikut mengusung Prabowo-Hatta, maka Demokrat hanya akan menjadi penonton Pilpres. Ini merupakan sejarah baru yang dicetak oleh Demokrat.
"Sepanjang sejarah penyelenggaraan pilpres langsung, belum pernah ada parpol pemilik kursi DPR yang absen mengusung pasangan capres-cawapres," tandasnya
(dam)