Suara Demokrat anjlok, ini kata SBY
Minggu, 18 Mei 2014 - 16:42 WIB
Suara Demokrat anjlok, ini kata SBY
A
A
A
Sindonews.com - Kasus korupsi yang dilakukan sejumlah kader Partai Demokrat dinilai sebagai salah satu penyebab merosotnya perolehan suara Demorkat, pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Pileg 2014, Partai Demokrat hanya mampu meraih 10 persen suara. Angka ini merosot tajam jika dibanding perolehan suara pada pileg 2009.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, merosotnya peroleham suara Partai Demokrat pada pileg 2014 disebabkan beberapa faktor.
"Pertama, karena ada kasus korupsi yang dilakukan sejumlah kader. Hal ini kemudian berakibat pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat," kata SBY saat pembukaan Rapimnas Partai Demokrat, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (18/5/2014).
Kedua, terjadi krisis kepemimpinan partai selama 2013, dan ketiga, Partai Demokrat digempur habis habisan selama dua tahun oleh media massa baik cetak, tv, dan online terkait pemberitaan korupsi yang dilakukan kader Partai Demokrat.
"Saya melihat dalam dua tahun terakhir ini, media massa baik cetak maupun tv, membangun persepsi publik bahwa Partai Demokrat paling banyak korupsinya, padahal tidak," ucapnya.
SBY menambahkan, belum adanya calon presiden unggulan yang diajukan juga menjadi salah satu pemicu merosotnya perolehan suara Partainya dalam pileg 2014.
Menghadapi masa sulit seperti saat ini, SBY optimis partainya mampu bangkit lagi pada Pemilu 2019 mendatang. "Saya punya keyakinan itu. Syaratnya, kita harus sungguh-sungguh dalam berbenah dan membangun diri serta mau mendengarkan kritik dan koreksi dari rakyat," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Pileg 2014, Partai Demokrat hanya mampu meraih 10 persen suara. Angka ini merosot tajam jika dibanding perolehan suara pada pileg 2009.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, merosotnya peroleham suara Partai Demokrat pada pileg 2014 disebabkan beberapa faktor.
"Pertama, karena ada kasus korupsi yang dilakukan sejumlah kader. Hal ini kemudian berakibat pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat," kata SBY saat pembukaan Rapimnas Partai Demokrat, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (18/5/2014).
Kedua, terjadi krisis kepemimpinan partai selama 2013, dan ketiga, Partai Demokrat digempur habis habisan selama dua tahun oleh media massa baik cetak, tv, dan online terkait pemberitaan korupsi yang dilakukan kader Partai Demokrat.
"Saya melihat dalam dua tahun terakhir ini, media massa baik cetak maupun tv, membangun persepsi publik bahwa Partai Demokrat paling banyak korupsinya, padahal tidak," ucapnya.
SBY menambahkan, belum adanya calon presiden unggulan yang diajukan juga menjadi salah satu pemicu merosotnya perolehan suara Partainya dalam pileg 2014.
Menghadapi masa sulit seperti saat ini, SBY optimis partainya mampu bangkit lagi pada Pemilu 2019 mendatang. "Saya punya keyakinan itu. Syaratnya, kita harus sungguh-sungguh dalam berbenah dan membangun diri serta mau mendengarkan kritik dan koreksi dari rakyat," pungkasnya.
(maf)