Dukungan Ketua PBNU ke Prabowo bisa gerogoti suara PKB
Jum'at, 16 Mei 2014 - 16:09 WIB
Dukungan Ketua PBNU ke Prabowo bisa gerogoti suara PKB
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj telah menyampaikan dukungan pribadinya untuk calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Mengomentari hal itu, Pengamat Politik dari Polcomm Institute Heri Budianto menilai keputusan pribadi Said Aqil bisa menjadi ancaman untuk suara PKB di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
"Ini jelang pilpres akan menjadi bumerang untuk PKB, bisa menggerogoti basis-basis suara PKB," ujar Heri saat berbincang dengan Sindonews, Jumat (16/5/2014).
Kata dia, meski Said Aqil menyatakan dukungan itu merupakan pribadi akan tetapi warga nahdliyin yang menjadi basis suara PKB akan mengikuti langkahnya. "Ini patronase figur, jadi simbol politik kiai sangat berpengaruh," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj secara pribadi menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto.
"Secara personal, kalau saya? Saya pilih Prabowo. Sama Jokowi (Joko Widodo) juga sudah ketemu kok, semua ketemu. Prabowo itu berani, jenderal, track record dalam ekonomi belum korupsi, sehat. Presiden itu diharapkan tegas, berani," tutur Said usai acara Pelantikan Pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Masjid Kubah Emas, Limo, Depok, Kamis 15 Mei 2014.
Dia menambahkan, suara pribadinya tersebut bukan karena sepakat dengan pilihan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga banyak terdiri dari kader NU. Kalaupun Jokowi yang menang, dia tetap mendukung dan berharap Jokowi mengerti persoalan bangsa.
"Mudah-mudahan siapapun yang menang, harus gagah berani bersih tegas, di NU saya enggak tahu siapa atau berapa yang dukung Prabowo," ungkapnya.
Said menegaskan dengan pilihan hatinya kepada Prabowo, tidak serta merta membuat stereotipe suara NU pecah. Sebab NU adalah sebuah organisasi masyarakat bukan berpolitik.
Mengomentari hal itu, Pengamat Politik dari Polcomm Institute Heri Budianto menilai keputusan pribadi Said Aqil bisa menjadi ancaman untuk suara PKB di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
"Ini jelang pilpres akan menjadi bumerang untuk PKB, bisa menggerogoti basis-basis suara PKB," ujar Heri saat berbincang dengan Sindonews, Jumat (16/5/2014).
Kata dia, meski Said Aqil menyatakan dukungan itu merupakan pribadi akan tetapi warga nahdliyin yang menjadi basis suara PKB akan mengikuti langkahnya. "Ini patronase figur, jadi simbol politik kiai sangat berpengaruh," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj secara pribadi menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto.
"Secara personal, kalau saya? Saya pilih Prabowo. Sama Jokowi (Joko Widodo) juga sudah ketemu kok, semua ketemu. Prabowo itu berani, jenderal, track record dalam ekonomi belum korupsi, sehat. Presiden itu diharapkan tegas, berani," tutur Said usai acara Pelantikan Pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Masjid Kubah Emas, Limo, Depok, Kamis 15 Mei 2014.
Dia menambahkan, suara pribadinya tersebut bukan karena sepakat dengan pilihan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga banyak terdiri dari kader NU. Kalaupun Jokowi yang menang, dia tetap mendukung dan berharap Jokowi mengerti persoalan bangsa.
"Mudah-mudahan siapapun yang menang, harus gagah berani bersih tegas, di NU saya enggak tahu siapa atau berapa yang dukung Prabowo," ungkapnya.
Said menegaskan dengan pilihan hatinya kepada Prabowo, tidak serta merta membuat stereotipe suara NU pecah. Sebab NU adalah sebuah organisasi masyarakat bukan berpolitik.
(kri)