Jokowi diminta terapkan wacana revolusi mental

Jum'at, 16 Mei 2014 - 02:36 WIB
Jokowi diminta terapkan...
Jokowi diminta terapkan wacana revolusi mental
A A A
Sindonews.com - Calon Presiden (Capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi) diminta mengkongkretkan gagasan revolusi mental yang ia tulis di salah satu media massa nasional beberapa waktu lalu.

Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengatakan, gagasan revolusi mental bukanlah gagasan yang tergolong baru. Gagasan ini juga pernah disampaikan Mochtar Lubis pada tahun 1972.

Kala itu Mochtar Lubis memunculkan gagasan tersebut, ketika melihat mental orang Indonesia yang pesimis, tidak mau bekerja keras dan tunduk dengan hal yang berbau barat.

Dengan bahasa yang berbeda, tokoh Nahdatul Ulama (NU) Gus Mus juga pernah menyampaikan, bangsa ini butuh mengubah mindset yang negatif dan memberantas mental korup pejabat negara.

Namun, menurut Margarito, di tengah kondisi Indonesia yang tengah dilanda krisis pemimpin akibat korupsi dan kerja birokrasi yang panjang, gagasan revolusi mental yang ditawarkan Jokowi ini menjadi relevan.

“Memulai revolusi mental itu harus dari pimpinan. Memang akan berat. Dan ini harus dilakukan Jokowi, karena dia terlanjur menyampaikan gagasan tersebut,” ujar Margarito saat Dialog Publik “Revolusi Mental ala Jokowi, untuk Rakyat atau Para Pejabat”, di Galery Cave, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Kamis 15 Mei 2014.

Margarito menambahkan, salah satu usaha dalam mengkongkretkan gagasan tersebut, paling tidak dalam memilih calon wakil presiden yang mendampinginya, Jokowi harus memilih tokoh yang bersih dan tidak kontroversial.

Karena, masyarakat dinilainya akan meninggalkan Jokowi jika ia tidak menerapkannya secara konsisten dalam pemerintahannya nanti.

“Pemimpin memang harus berani ambil risiko untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik. Namun, jangan sampai gagasan ini menjadi blunder bagi Jokowi,” ujar Margarito.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved