Nilai pemilu amburadul, DPR segera panggil KPU
Senin, 12 Mei 2014 - 14:41 WIB
Nilai pemilu amburadul, DPR segera panggil KPU
A
A
A
Sindonews.com - Komisi II DPR segera memanggil pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pemanggilan itu menyikapi banyaknya persoalan pada Pemilu 2014.
"Pokoknya pemilu sekarang amburadul. Pemilu terburuk selama saya jadi anggota Dewan," ujar Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/5/2014).
Dia Dia mengupayakan pemanggilan pimpinan ke dua lembaga tersebut sebalum pelaksanaan Pemilihan Presiden 2014.
Dalam pertemuan nanti, Agun mengaku akan menyampaikan beberapa rekomendasi. Salah satunya mengganti anggota KPU di daerah yang bermasalah.
"Kalau ada indikasi KPU dan Bawaslu terlibat, tidak menutup kemungkinan kita minta penggantian KPU dan Bawaslu," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso tidak menampik banyak anggota Dewan yang memprotes terkait dugaan kecurangan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu.
"Ya di rapat Paripurna DPR banyak sekali protes dan masukan yang keras ke penyelengaraan pemilu kali ini terancam," kata Priyo.
Atas kondisi tersebut, Priyo menyarankan agar para wakil rakyat membiarkan proses tahapan pemilu yang masih berlangsung serta menyerahkan semuanya kepada Komisi II yang membidangi persoalan itu.
"Pokoknya pemilu sekarang amburadul. Pemilu terburuk selama saya jadi anggota Dewan," ujar Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/5/2014).
Dia Dia mengupayakan pemanggilan pimpinan ke dua lembaga tersebut sebalum pelaksanaan Pemilihan Presiden 2014.
Dalam pertemuan nanti, Agun mengaku akan menyampaikan beberapa rekomendasi. Salah satunya mengganti anggota KPU di daerah yang bermasalah.
"Kalau ada indikasi KPU dan Bawaslu terlibat, tidak menutup kemungkinan kita minta penggantian KPU dan Bawaslu," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso tidak menampik banyak anggota Dewan yang memprotes terkait dugaan kecurangan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu.
"Ya di rapat Paripurna DPR banyak sekali protes dan masukan yang keras ke penyelengaraan pemilu kali ini terancam," kata Priyo.
Atas kondisi tersebut, Priyo menyarankan agar para wakil rakyat membiarkan proses tahapan pemilu yang masih berlangsung serta menyerahkan semuanya kepada Komisi II yang membidangi persoalan itu.
(dam)