KPU diminta validasi ulang DPT

Minggu, 11 Mei 2014 - 16:01 WIB
KPU diminta validasi...
KPU diminta validasi ulang DPT
A A A
Sindonews.com - Sejumlah pihak meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan verifikasi dan validasi ulang daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan presiden (pilpres) pada Juli mendatang.

Hal itu agar kekacauan yang menimbulkan kecurangan karena buruknya DPT pada pemilihan legislatif (pileg) lalu, tidak terulang pada pilpres nanti. Dengan demikian, presiden yang terpilih memiliki legitimasi.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengaku, tidak puas dengan penetapan DPT oleh KPU sebanyak 185 juta orang. Mengingat, ada banyak penduduk Indonesia yang tidak mendapatkan hak pilihnya pada pileg lalu.

Apalagi, ada sekira 10 juta data penduduk yang dipersoalkan partai politik (parpol) karena tidak masuk dalam pendataan. "Dari 10 juta itu yang didasarkan atas e-KTP, sebanyak 8 juta sudah memiliki NIK baru. Sehingga ada 2 juta yang sampai sekarang kita tidak tahu NIK nya," ucap Ray kepada wartawan, Minggu (11/5/2014).

"Apakah mereka mempergunakannya pada pileg lalu. Kemudian, apakah sekarang mereka masih dihitung masuk pilpres atau tidak. Jadi data 185 juta itu valid atau tidak. Saya terus terang tidak puas dengan DPT apalagi terbukti KPK sudah menetapkan tersangka dalam pembuatan e-KTP. Karena DPT efeknya ke pengadaan surat suara," imbuhnya.

Selain itu, data DPT ini harus ditinjau ulang oleh KPU, kata Ray, penyelenggara juga harus memperbaiki manajemen logistik pemilu seperti, berapa surat suara yang akan dicetak.

Berkaca pada pileg lalu, jumlah surat suara yang dicetak, ditarik, ditambah dan dimusnahkan tidak jelas pertanggungjawabannya. "Logistik kan hanya surat suara. Dipecat saja penyelenggara yang curang dan bentuk yang baru. Apalagi pilpres nanti akan lebih berat dari pileg," katanya.

Dia mengaku khawatir, DPT yang buruk dimanfaatkan untuk memanipulasi suara. Apalagi kalau perbedaannya mencapai puluhan juta pemilih. "Kita minta untuk diperbaiki jangan sampai nantinya ada manipulasi suara," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
Heboh! 1.801 Nama Warga...
Heboh! 1.801 Nama Warga Meninggal Dunia Masuk Daftar Pemilih Tetap di Jombang
DPT Enrekang Bertambah...
DPT Enrekang Bertambah 1.175 dari Hasil Pemutakhiran Data
DPT Pilkada Sleman 2020...
DPT Pilkada Sleman 2020 Menyusut 1.914 Pemilih
11 KPU Tetapkan DPT...
11 KPU Tetapkan DPT Pilkada Serentak Tahun 2020, Ini Rinciannya
Hasil Pemutakhiran Data,...
Hasil Pemutakhiran Data, Pemilih Meninggal Capai 1.522 Orang
5 Tuhan Terdaftar Jadi...
5 'Tuhan' Terdaftar Jadi DPT, Memilih Ikut Pemilu 2024 di Jember
Berita Terkini
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Anggota DPR Cindy Monica:...
Anggota DPR Cindy Monica: Putusan MK Perkuat Hak Politik Perempuan
DPR: Blackout Sumatera...
DPR: Blackout Sumatera Dipicu Putusnya Kabel Transmisi, Bukan Sabotase
Pemeriksaan Hery Susanto...
Pemeriksaan Hery Susanto Selesai, Majelis Etik Ombudsman RI Sampaikan Rekomendasi Pekan Depan
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
Infografis
Tindak Asusila Hasyim...
Tindak Asusila Hasyim Asyari Berujung Pemecatan sebagai Ketua KPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved