Diduga curang Caleg PPP akan diadukan ke Bawaslu
Kamis, 01 Mei 2014 - 15:01 WIB
Diduga curang Caleg PPP akan diadukan ke Bawaslu
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur (Jatim) Musyaffa’ Noer yang maju sebagai caleg DPRD Jatim, akan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Dia diduga melakukan penggelembungan suara di sejumlah desa di Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura. Dugaan penggelembungan suara tersebut terungkap dari salah satu pemantau pemilu yakni Yayasan Pembangunan Kwalitas Bangsa (YPKB).
Sekretaris YPKB Kabupaten Sampang, M Amin Jakfar mengatakan, dugaan penggelembungan suara tersebut dilakukan dengan memindah suara caleg DPRD Jatim dari partai lain yang tidak lolos.
Temuan adanya kejanggalan jumlah suara tersebut terlihat setelah pihaknya membandingkan antara form C1 (rekap KPPS) dengan hasil rekap di PPK (kecamatan). “Kejanggalan tersebut terjadi di Kecamatan Sokobanah,” ujar Amin melalui keterangan persnya yang diterima Sindonews, Kamis (1/5/2014).
Amin menambahkan, setelah dilakukan rekapitulasi di KPU Sampang, perolehan suara Musyafa’ Noer mengungguli kandidat lainnya. Dia menjelaskan sudah melaporkan kasus ini kepada pimpinan pusat YPKB. Bahkan, sudah menyurati Bawaslu, Bawaslu Jatim untuk menindaklanjuti kejanggalan tersebut.
Amin berharap, Bawaslu merekomendasikan penghitungan ulang di tingkat TPS karena banyaknya kejanggalan. “Kalau model demokrasi seperti ini, maka yang menjadi korban masyarakat,” terang Amin.
Sementara itu, Musyafa’ Noer mengaku tidak tahu terkait informasi tersebut. Hingga saat ini, Musyafa’ mengaku belum mendapatkan laporan dari saksi PPP di KPU Jatim. “Saya belum dengar, nanti saya tanyakan ke saksi PPP yang ikut rekapitulasi di KPU Jatim,” kilah Musyafa’.
Dia diduga melakukan penggelembungan suara di sejumlah desa di Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura. Dugaan penggelembungan suara tersebut terungkap dari salah satu pemantau pemilu yakni Yayasan Pembangunan Kwalitas Bangsa (YPKB).
Sekretaris YPKB Kabupaten Sampang, M Amin Jakfar mengatakan, dugaan penggelembungan suara tersebut dilakukan dengan memindah suara caleg DPRD Jatim dari partai lain yang tidak lolos.
Temuan adanya kejanggalan jumlah suara tersebut terlihat setelah pihaknya membandingkan antara form C1 (rekap KPPS) dengan hasil rekap di PPK (kecamatan). “Kejanggalan tersebut terjadi di Kecamatan Sokobanah,” ujar Amin melalui keterangan persnya yang diterima Sindonews, Kamis (1/5/2014).
Amin menambahkan, setelah dilakukan rekapitulasi di KPU Sampang, perolehan suara Musyafa’ Noer mengungguli kandidat lainnya. Dia menjelaskan sudah melaporkan kasus ini kepada pimpinan pusat YPKB. Bahkan, sudah menyurati Bawaslu, Bawaslu Jatim untuk menindaklanjuti kejanggalan tersebut.
Amin berharap, Bawaslu merekomendasikan penghitungan ulang di tingkat TPS karena banyaknya kejanggalan. “Kalau model demokrasi seperti ini, maka yang menjadi korban masyarakat,” terang Amin.
Sementara itu, Musyafa’ Noer mengaku tidak tahu terkait informasi tersebut. Hingga saat ini, Musyafa’ mengaku belum mendapatkan laporan dari saksi PPP di KPU Jatim. “Saya belum dengar, nanti saya tanyakan ke saksi PPP yang ikut rekapitulasi di KPU Jatim,” kilah Musyafa’.
(maf)